Category: Opini

Media Online kok Mirip Kos-Kosan Bebas…

Udah lama ga sharing pemikiran konyol nih, terlalu sibuk LDR soalnya. Sebagai buruh kasar yang bekerja di media online, rasanya banyak banget kelucuan yang ingin saya jabarkan. Salah satunya anggapan saya tentang beberapa media online yang memosisikan media mereka mirip seperti kos-kosan bebas. Udah bisa bayangin kan ya? Kos-kosan bebas di mana pemilik kos ga…

Etiskah Cara Mengutip Foto Seperti Ini?

Kalau nulis artikel atau berita online, pastilah ditambah foto atau ilustrasi untuk mempercantik dan memperjelas apa isi dari artikel atau berita tersebut. Nah, di sini (saya juga sering mengalaminya,) foto atau ilustrasi yang digunakan sering bukan milik pribadi dari penulis. Di jaman serba digital sekarang ini, foto atau ilustrasi bisa didapat dengan mudah. Di sini persoalannya bagaimana sih cari sumber foto atau ilustrasi yang bisa dipertanggung jawabkan?…

Kerja Keras Komunitas Film Indonesia Dimulai Pasca TKFI

Temu Komunitas Film Indonesia (TKFI) 2016 selesai diselenggarakan, apa setelahnya?

Temu Komunitas Film Indonesia (TKFI) 2016 telah selesai diselenggarakan, acara bertaraf nasional itu berlangsung selama 3 hari, pada tanggal 25 – 27 Maret 2016, bertempat di Villa Kayu Palem, Baturraden, Jawa Tengah. TKFI menyelenggarakan rangkaian acara seperti, layar tancap, kelas tematik, forum pendanaan, presentasi tentang film Indonesia hari ini, dan beberapa acara hiburan lain.

“Selama tiga hari ini banyak cerita yang terbagi, begitu banyak informasi yang terkumpul. Kita bicara tentang pengolahan data, koordinasi komunitas, penguatan jaringan, dan lain sebagainya. Kerja keras sebenarnya baru dimulai setelah acara ini,”  tegas Dimas Jayasrana, salah satu penyelenggara TKFI, dalam siaran pers yang diterima Muvila…

Investasi Asing Terbuka, Industri Film Indonesia Diharapkan Segera Naik Kelas

Investor asing kini bisa memiliki saham hingga 100 persen dalam ranah bisnis bioskop di Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu keputusan kebijakan ekonomi jilid X terkait Daftar Investasi Negatif (DNI) yang diumumkan pemerintah 11 Februari lalu. Menyikapi peraturan baru ini, banyak pihak yang menyambutnya dengan positif, tetapi di sisi lain ada juga yang mempertanyakan kejelasan peraturan ini.

Pembangunan layar bioskop yang lebih banyak dan lebih merata memang sudah menjadi pembahasan sejak lama, hal tersebut dianggap menjadi salah satu solusi utama untuk mengembangkan industri film Indonesia. Menurut Gondo Susiarjo, investor dan salah satu pendiri Equator Film Expo, kurangnya layar bioskop memang sebagai penghambat utama perkembangan industri film dalam negeri.…

Pusingnya [Pengguna] Sosial Media Karena Serangan Paris

Sama-sama diketahui, baru saja, Jumat (13/11) waktu Paris telah terjadi serangkaian serangan teror di berbagai tempat yang berupa penembakan dan bom bunuh diri. Well, saya ga akan ngejelasin detail serangannya karena ini bukan website berita internasional. Saya cuman ingin sharing aja soal efek kejadian ini di sosial media, terutama yang terjadi di news feed Facebook.…

Seandainya Batman Teman Sebangku- Ku di Kelas Dulu

This country needs vigilante, at least for those animal slashers. No matter what they excuse, no matter what the ‘think’ before the caught of doing that, no matter what they wear or how they post it in social media. Their head need to be blown up immediately and effectively.

Iya, kalimat itu merupakan harapan pribadi mengenai oknum-oknum yang beberapa waktu terakhir ramai dibicarakan di sosial media. Orang-orang yang dengan senyum dan bangganya mengunggah foto aksi mereka membunuh hewan-hewan bahkan ada yang menyembelih dan memamerkan isi tubuh hewan yang baru saja dengan sadis mereka matikan.…

Mental Talk Show Indonesia

Sebagai salah satu dari sekian juta penonton acara televisi Indonesia, saya punya hak untuk menuliskan sebuah opini yang timbul dari perasaan yang telah lama terpendam mengenai acara televisi Indonesia. Khususnya mengenai sebuah acara yang kebanyakan stasiun televisi sebut sebagai acara talk show. Sebelumnya apa sih maksud dari ‘talk show’ itu sendiri?…

Buat Kalian Yang Nyalahin Film 5CM

Sebelumnya no hard feelings, no offense, ini adalah sebuah bentuk opiniku mengenai pandangan beberapa oknum yang menganggap film 5CM memiliki andil mengenai maraknya kegiatan naik gunung yang dilakukan mereka yang belum berpengalaman, sehingga memiliki andil juga dengan meningkatnya sampah di atas gunung dan meningkatnya korban pendaki yang beberapa waktu terakhir ini sepertinya meningkat.

First of all, film 5CM sendiri merupakan adaptasi dari novel laris karya Donny Dhirgantoro yang terbit tahun 2005 lalu, filmnya sendiri baru dirilis tahun 2012 lalu. Satu pertanyaan muncul di benak saya, ‘mengapa tidak ada yang nyalahin novelnya?’ toh secara cerita kurang lebih sama, ada cerita naik gunungnya, dengan latar belakang karakter yang hampir sama. Jawaban untuk pertanyaanku ini sih sebenarnya gampang, karena buku belum memberi gambaran yang benar-benar nyata mengenai ceritanya, plus ditambah mereka yang baca bukunya bakalan lebih termotivasi mengenai unsur pertemanan dan kekeluargaan yang diceritakan di novelnya. Unsur cerita gunungnya hanya sebagai pelengkap.…

Empat Langkah Efektif Jadi Bijak di Internet

Intro

Meskipun sudah terngiang lama mau nulis tema ini, tapi tak bisa dipungkiri semangat ku buat ngarang tulisan ini muncul lagi gegara artikel epic-nya Mojok.coPanduan Agar Tidak Tolol di Internet-. Artikel yang dimuat Mojok tersebut secara edukatif dan efektif mengungkap keresahan publik yang sekian lama seolah-olah hanya dianggap angin lalu bagi para khalayak di sosial media.

Seiring derasnya arus informasi di jaman yang serba digital ini muncul banyak model media-media online baru dengan desain template dan header ciamik turut menyebarkan isu-isu panas yang sedang terjadi di dunia ini, khususnya di Indonesia. Selain itu, media-media (secara umum) sekarang ini sepertinya sudah mulai menggeser tujuan utama jurnalistik mereka dari yang seharusnya memberitakan menjadi mengguncang. Hal ini terlihat dari pemilihan bahasa, diksi hingga rima berita yang lebih bertujuan untuk menciptakan fenomena daripada memberitakan suatu berita.…