Skeptis, mungkin bagi sebagian anda kata skeptis kurang bersahabat dan aneh di telinga, bagi sebagian lain dari anda sangat familiar dan bersahabat dengan kata itu. Secara singkat skeptis ialah suatu sikap, atau kelakuan yang menunjukan ketidakpercayaan, atau keragu-raguan bahkan ketakutan akan suatu hal, tapi bukan pobia hlo ya, skeptis lebih cenderung ke ketidak percayaan akan suatu hal karena pengalaman sebelum-sebelumnya. Jadi apa maksud serangan Skeptis disini?
 
Disini saya mengkerucutkan ke-skeptis-an yang terjadi pada  mahasiswa tingkat akhir saat menjelang waktu ujian skripsi. Apa? Ujian Skripsi? hah!!!! semoga saya cepat selesai.
Dikarenakan mendengar perkataan-perkataan dari yang sudah-sudah dan asumsi-asumsi yang belum tentu benar adanya mengenai prosesi ujian skripsi membuat saya mengimajinasi ketakutan berlebih di pikiran saya :D . Padahal seccara progress saya masih lumayan jauh dari kata selesai skripsinya :D Ini sedang diproses . Sampai-sampai mengenai kebiasaan mahasiswa di tempat saya belajar yang selalu membawakan bingkisan ke tim penguji menjadi masalah sendiri di benak saya, saya yang notabene kurang begitu setuju dengan hal itu menjadi takut tak beralasan jika nanti saat saya diuji saya benar-benar tidak membawakan apa-apa untuk tim penguji, padahal ika dipikir dengan logika hal itu bukan fokus saya yang sebenarnya, ah aneh.
 
 
Jauh mundur dari hal-hal ujian skripsi, konsultasi pun menakuti saya, karena jujur pembimbing saya sedikit aneh, atau mungkin saya yang aneh, cara nya meneliti sesuatu membuat saya sedikit ragu akan kebenaran semuanya. Akankah saya dibantai?, akankah hasil dari ubet ini akan tidak memuaskan?. Damn,, this skeptical stuff make me lost in the dark forest and start to mutilate some animal, threw it away then.
 
Tulisan ini bukan semata-mata karena saya merasa galau, karena memang seperti ini saya berbagi, setelah berbagi saya tersenyum, melihat dunia yang belum benar-benar mati, berarti kita masih mempunya harapan, dan disetiap harapan akan selalu ada keraguan, karena kita tidak memiliki satu hal yang bernama ‘kepastian’, karena kepastian akan membuat cerita hidup ini kurang menggairahkan.
 
 
Tetap berproses,, Gerak Maju Meninggi :D Bismillah :D