Review Tokotalk kali ini berdasarkan pengalaman pribadi setelah menggunakan aplikasi tersebut kurang lebih satu tahun terakhir. Fitur utama yang saya gunakan adalah fitur bayar di tempat alias COD yang hampir selalu ditanyakan dan dipilih calon pembeli. Kan fitur itu sudah ada di Shoppe atau Tokopedia! Oke saya juga menggunakan keduanya, namun Tokotalk sangat membantu untuk menjangkau pangsa pasar selain dua marketplace itu.

Tentu saja awalnya saya terlebih dahulu berjualan di marketplace arus utama seperti Tokopedia dan Shopee. Namun tidak bisa dipungkiri, dua marketplace itu sudah dipenuhi pedagang dari seluruh pelosok Indonesia dan level penjualannya sudah sangat beragam. Tingkat distributor saja bisa menjual ecer dengan harga grosir di dua marketplace itu.

Salah satu jalan untuk terus bertahan adalah mencari konsumen di luar dua marketplace itu. Facebook (FB) menjadi salah satu jawabanya. Berjualan di  FB itu seru, bisa ditarget asa konsumen dari mana. Engagement lumayan tinggi, meski tidak selalu closing dengan pembelian. Salah satu rekues utama konsumen di FB adalah bayar di tempat.

Sekarang sebenarnya banyak penyedia pembayaran COD. Namun kali ini saya akan berfokus pada Tokotalk, karena aplikasi ini menjadi salah satu yang saya gunakan cukup lama.

Tokotalk, bisa bayar di tempar dengan mudah
  • Keunggulan Fitur Tokotalk

Cara penggunaan Tokotalk cukup mudah. Tinggal install, kemudian daftar sesuai petunjuk yang ada. Sebelum memulai usahakan isi semua data diri, lokasi toko atau rumah, data perbankan, dan aktifkan ekspedisi yang diinginkan, hingga fitur COD nya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kendala saat sudah mulai ada pesanan atau saat akan mencairkan dana.

Aplikasi ini memiliki fitur toko online yang bisa dimanfaatkan. Saya pribadi tidak menggunakannya. Keunggulan Tokotalk adalah bisa mengunggah katalog menggunakan link dari Shoppee, bahkan untuk pengguna premium bisa lebih mudah lagi mengunggah produk karena bisa integrasi dengan akun Shopee. Saya sendiri belum menggunakan akun premium.

Seperti saya ungkapkan sebelumnya, saya tidak menggunakan fitur toko online di Tokotalk, Kenapa? Karena Tokotalk bisa membuat pesanan secara mandiri. Hal ini memungkinkan kita untuk deal dengan konsumen di luar aplikasi.

  • Cara Penggunaan COD di Tokotalk

Biasanya saya mendapat calon pelanggan dari chat FB. Mereka melihat iklan saya di grup-grup FB. Pembeli kemudian menanyakan harga dan ongkir, sebagian besar pembeli di FB selalu meminta pembayaran di tempat. Mereka cenderung akan menolak kalau disuruh transfer, atau diarahkan ke link marketplace.

Biasanya saya meminta nama kecamatan si pelanggan. Kemudian cek tarif di  Tokotalk. Biasakan cek langsung di Tokotalk ya, dengan simulasi membuat order mandiri. Karena layanan COD menggunakan COD Fee sehingga biar itu bisa dimasukkan ke ongkir yang ditanggung pembeli. Kalau teman-teman ngecek di website ekspedisi yang muncul hanya ongkir utama saja. Untuk besaran COD Fee silahkan pelajari sendiri ya di FAQ nya Tokotalk atau tanya ke CS.

Kalau harga dan ongkir sudah deal, kita bisa langsung membuat pesanan dan mencetak resi. Fitur ini sama persis seperti di Tokopedia atau Shopee. Dalam aplikasi kita bisa melacak lokasi paket, bahkan Tokotalk juga memiliki fitur SMS ke pelanggan untuk update proses pesanan. Tapi saya tidak tahu pasti SMS itu benar-benar terkirim atau tidak.

  • Pencairan Dana

Di mesin pencari Google ada tren pencarian dengan frasa Tokotalk Penipu. Berdasarkan pengalaman pribadi saya hal itu tidak benar ya, sejak pertama menggunakan Tokotalk hingga menulis review ini, dana penjualan saya selalu aman dan bisa dicairkan.

Tokotalk menggunakan sistem uang elektronik bernama EPAY. Mpada awal-awal penggunaan, saya mengalami momen di mana order COD lunas dan saldo EPAY langsung bertambah secara real time atau hari itu juga. Namun semakin kesini sepertinya butuh waktu 24 jam untuk saldo EPAY bertambah setelah orderan dibayar pembeli. Hal itu masih sangat menguntungkan sih menurut saya, asal tidak sampai tiga hari atau sepekan saja. Minimal dana yang bisa ditarik juga cukup ringan, yakni mulai Rp25.000 hingga Rp500.000.000.

  • Hal yang peru diperhatikan tentang Tokotalk

Secara umum bagi saya, Tokotalk sangat membantu untuk membuat transaksi COD. Namun ada hal-hal yang menurut saya perlu diperhatikan teman-teman semua terutama UMKM sebelum memutuskan menggunakan Tokotalk.

Untuk COD Fee Tokotalk setahu saya hanya 2.5%. Hal itu termasuk sangat murah jika dibandingkan dengan aplikasi lain yang memiliki fitur sejenis. Namun perlu diperhatikan, Prosentase tersebut untuk masing-masing, dengan kata lain penjual membayar, pembeli juga membayar melalui totalan ongkir. Penjual membayar COD fee saat uang masuk ke EPAY otomatis sudah terpotong. Jadi rumusnya, (harga barang+ongkir)*2.5%. Hasil dari rumus tersebut akan menjadi COD fee yang dibayar oleh pembeli dan penjual.

Selain itu untuk penarikan dana ke rekening penjual, setahu saya di Tokotalk juga masih ada admin Bank. Saya tidak tahu pasti itu untuk semua atau hanya bank tertentu saja. Sebaiknya Anda perhatikan hal itu sebelum nanti terlanjut menarik dana dan ternyata ada potongan. Tanyakan semua pertanyaan ke CS. Saya sarankan melalui Whatsapp agar lebih intim dan jelas terupdate.

 Itulah secuplik pengalaman saya saat menggunakan Tokotalk. Sebelumnya saya juga pernah mencoba aplikasi lain, namun performanya belum ada yang semaksimal Tokotalk. Kalau teman-teman penasaran apa sih yang saya jual, saya menjual produk-produk elektronik dan sparepart elektronik. Kalian butuh lampu, stop kontak, atau adaptor? Cek saja di toko online saya, atau WA admin toko di 081223394366.

Tak Mau Ketinggalan Artikel Informatif Terbaru?
Langsung Saja Langganan Pakai Email. Gratis 100%