Di akhir artikel ada beberapa update terkait layanan KiriminAja, penjual online wajib tahu

Review aplikasi KiriminAja ini merupakan pengalaman pribadi saya setelah menggunakan KiriminAja selama kurang lebih tiga bulan. Kita bisa mendapatkan layanan COD lengkap dengan pick up kurir tanpa harus menggunakan marketplace.

Belanja online semakin kesini semakin menggila. Berbagai potongan harga, diskon, hingga gratis ongkir menjadi daya tarik utama berbelanja online.  Orang dari ujung  barat Pulau Jawa bisa memesan barang dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Cash on Delivery (COD) atau sistem bayar di tempat merupakan salah satu alternatif pembayaran yang paling banyak diminati.

Hampir semua marketplace sudah menyediakan fitur COD. Semua pengguna marketplace bisa menggunakan fitur COD dan membayar saat barang diantar oleh kurir. Di sini masalahnya masih banyak juga calon pembeli yang tidak memiliki akun marketplace atau tidak paham penggunaan marketplace.

Nah, dulu para penjual online selalu kesulitan untuk mendapatkan closing apabila menemui pembeli seperti dijelaskan di atas. Mereka hanya mau menggunakan sistem COD namun tidak ingin menggunakan marketplace. Permintaan COD tanpa marketplace semakin meningkat setelah Facebook mengembangkan laman marketplace nya.Oleh karena itu muncullah aplikasi pihak ketiga yang menyediakan layanan COD tanpa marketplace. Kali ini yang akan direview adalah KiriminAja.

Sebelum menggunakan KiriminAja, saya pernah mencoba beberapa aplikasi layanan COD tanpa marketplace. Dari beberapa yang sudah saya coba, menurut saya pribadi baru Tokotalk dan KiriminAja yang cukup memuaskan dan benar-benar memudahkan para pelaku UMKM. Sebelumnya saya sudah me-review Tokotalk, namun kali ini giliran Review aplikasi KiriminAja.

KiriminAja bisa menggunakan berbagai jenis layanan ekspedisi, sumber gambar: kiriminaja.com

Review Aplikasi KiriminAja

Saya mengetahui aplikasi KiriminAja melalui media sosial. Singkat cerita langsung saya install dan mengikuti langkah-langkah untuk verrifikasi. Sembari menunggu akun terverifikasi, saya pelajari aturan-aturan di KiriminAja. Aplikasi ini memiliki model FAQ yang sangat mudah dicari dan mudah dipahami. Mereka menempatkan hal-hal penting seperti fee COD, biaya admin penarikan dana, hingga pencairan di bagian yang mudah dibaca. Jadi saya tak perlu waktu lama untuk mengetahui skema yang bakal dilakukan kalau saya memakai layanan COD dari KiriminAja.

Aplikasi Simpel & Aturan Jelas

Kesan pertama yang saya dapatkan dari Aplikasi KiriminAja adalah aplikasinya simpel dan sesuai kebutuhan. Aturan yang digunakan pengembang termasuk jelas. Saya pribadi belum pernah merasa tertipu karena tiba-tiba ada potongan dalam penghasilan saya (Red; hingga 16 Desember 2021).

Saat menggunakan KiriminAja kita bisa langsung memasukan alamat pembeli dan detail barang yang dibeli tanpa harus terlebih dahulu mengunggah katalog produk. Nantinya data produk yang dibeli itu bisa langsung dimasukkan ke katalog produk.

Saya pertama kali menggunakan layanan COD KiriminAja adalah bulan Oktober 2021. Seingat saya, waktu itu belum ada pilihan untuk mengantar barang atau pick up kurir. Layanan langsung otomatis pick up kurir.

Sempat Komplain di Awal Penggunaan

Di awal-awal penggunaan saat bulan Oktober itu, saya melakukan beberapa transaksi dengan berbagai layanan ekspedisi yang berbeda. Kesalnya, dua dari ekspedisi yang saya coba mengalami permasalahan. Di sini saya tidak akan menyebut nama ekspedisi, namun saya akan menceritakan pengalaman saya tersebut. Dari kesimpulan saya pribadi sih mungkin untuk daerah saya waktu itu memang sistemnya masih dalam pengembangan. Btw saya tinggal di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pengalaman pertama yaitu layanan pick up tidak benar-benar live diterima jasa ekspedisi. Waktu itu saya akan melakukan pengiriman, barang sudah saya packing, resi sudah dicetak, dan barang siap di pick up.Saya merasakan kejanggalan karena resi yang digenerate KiriminAja tidak bisa dilacak. Saya tunggu kurir sudah lebih dari 24 jam tak datang juga. Akhirnya saya ke kantor ekspedisi tersebut yang cabang Brebes. Dari petiugasnya saya mendapatkan informasi bahwa Cabang Brebes belum bisa memproses pesanan tersebut, harus ke cabang yang lebih besar, yakni di Kota Tegal. Demi pelanggan akhirnya saya ke Tegal biar persanan diproses. Akhirnya beres. Semenjak saat itu hingga sekarang, saya belum pernah mencoba ekspedisi itu lagi.

Pengalaman kedua terjadi dengan ekspedisi lain yang mengklaim jaringan COD nya terluas se Indonesia. Singkat cerita barang sudah siap di pickup dan resi terlacak sistem ekspedisi. Hati tenang dong, sampai akhirnya saya ditelepon cabang Pekalongan yang menanyakan alamat toko saya. Saya kurang paham yang error bagian sistem siapa, namun paket saya dari Brebes diminta untuk diambil oleh cabang Pekalongan. Jaraknya hampir tiga jam dengan sepeda motor. Padahal ekspedisi itu sudah ada baik di Brebes atau Tegal. Waktu itu saya tidak langsung cancel, tapi saya komplain ke dua CS, yaitu ke KiriminAja dan ke pihak ekspedisi. Namun sayang sekali jawaban yang saya dapat hanya jawaban suruh menunggu. Akhirnya saya minta tiket pembatalan. Oiya, peristiwa ini terjadi dua kali, karena saya yakin pin point alamat saya sudah benar. Namun tetap terjadi, penjemputan dari Pekalongan. Yaudah saya cancel lagi. Akhirnya saya tak lagi mencoba menggunakan ekspedisi itu hingga awal Desember kemarin.

Kru KiriminAja, gambar diambil dari kiriminaja.com

Customer Service Sigap

Sebagai start up baru, KiriminAja cukup sigap dalam membantu pengguna. Setidaknya itu yang saya alami di dua trouble di atas. Saya pernah menanyakan tentang skema fee COD melalui CS Whatsapp juga dibalas dengan jelas. Saat ada masalah saya juga terus dibantu meski akhirnya saya tetap meminta cancel order. Secara umum saya merasa terbantu sehingga saya masih percaya dengan KiriminAja.

Tiga bulan berjalan lancar, saya bisa melakukan transaksi COD dengan pick up kurir tanpa menggunakan marketplace. Semua konsumen saya berasal dari Facebook Marketplace. Saat penarikan dana juga lancar sesuai aturan yang diungkapkan KiriminAja.

Update (Maret 2022)

Hingga Bulan Maret 2022 saya masih terus menggunakan KiriminAja. Fitur di aplikasi sudah berkembang jauh di bandingkan akhir 2021. Permasalahan teknis dengen beberapa layanan ekspedisi juga sudah tidak saya temukan lagi. Sekarang saya lebih bebas memilih jenis ekspedisi paling murah  biar pelanggan lebih senang.

Oiya, untuk lebih melancarkan proses pick up, selain menggunakan sistem dari KiriminAja, saya juga menyimpan nomor kurir pikc up yang sering mengambil ke toko saya. Jadi kalau ada orderan tinggal konfirmasi nomor resi jadi dijemput. Cara ini lebih ke memastikan saja agar paket saya lebih cepat diambil. Secara umum, sistem dari KiriminAja sudah top.

Update (November 2022)

Sistem KiriminAja melakukan perubahan pelayanan yang menurut saya perlu diketahui teman-teman semua.

Perubahan baru efektif diberlakukan sejak 1 November 2022. Perubahan ini terkait biaya admin penarikan saldo aktif di KiriminAja ke rekening pengguna. Seperti yang saya ketahui dan yang saya alami saat pencairan dana selama satu tahun terakhir, biaya admin untuk beberapa bank (salah satunya BCA, saya menggunakan BCA) adalah gratis. Namun saat pencairan di tanggal 8 November 2022, saya dikenai biaya admin Rp2000.

Saya langsung otomatis mencari FAQ dan syarat ketentuan di aplikasi KiriminAja. Hasilnya masih seperti sebelumnya, biaya admin pencairan gratis untuk BCA. Saya langsung auto buka ticket ke customer service, serta mengirim DM ke akun IG KiriminAja. Semua lengkap dengan capture bukti.

DM Saya langsung direspons oleh Admin IG

d

CS di aplikasi juga merespons dan mengubah redaksi di FAQ

Ternyata, jawaban dari CS dan admin IG mengungkap, biaya admin untuk semua bank sebesar Rp2000 mulai ditarik semenjak 1 November 2022. Dari jawaban itu saya memberi saran agar FAQ dan syarat dan ketentuan diubah menjadi kebijakan terbaru.

Bagi saya, kebijakan baru ini sebenarnya sedikit memberatkan ya, karena sebagai pedagang alat elektronik dan alat listrik, laba yang saya ambil biasanya mepet. Sebenarnya lebih baik biaya COD yang dibebankan ke pelanggan dibuat untuk mencakup biaya layanan KiriminAja, sehingga tidak ada lagi biaya admin untuk penarikan dana. Sekarang zamannya transfer gratis sesama bank, rasanya aneh saja ada potongan di setiap penarikan.

Selain itu, saya pribadi tidak merasa mendapatkan notifikasi perubahan tarif penarikan saldo ini. Entah memang tidak diumumkan atau saya yang tidak membaca pengumuman. Sedikit masukan saja seharusnya penyesuaian tarif ini bisa diumumkan lebih masif di media sosial KiriminAja.

Terakhir, terimakasih untuk admin IG dan CS dari KiriminAja yang cepat tanggap merespons pertanyaan dan masukan saya. Sejauh ini saya belum bisa menemukan aplikasi COD yang sistemnya masih ringan bagi UMKM di Indonesia seperti sistem KiriminAja.

Kalau teman-teman pembaca mengetahui aplikasi serupa yang layak dipakai untuk UMKM, boleh sekali meninggalkan komentar di bawah ini.