Baterai cas, atau baterai isi ulang ada berbagai macam jenis. Masing-masing memiliki karakteristik masing-masing. Meski demikian, masih banyak orang awam yang hanya paham baterai isi ulang sebagai baterai cas saja. Padahal  baterai cas ada jenis-jenisnya dan yang paling kuno disebut mengandung zat berbahaya. Yuk dipahami jenis-jenis baterai cas biar lebih aman saat penggunaan.

Baterai isi ulang masih sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Biasanya untuk alat-alat elektronik portabel hingga mainan anak-anak. Baterai isi ulang diangap lebih hemat karena kita bisa mengisi ulang daya baterai ketika habis.

Baterai isi ulang memiliki berbagai jenis. Biasanya sih tipe baterai tercantum di badan baterai. Nah, kita harus memahami tipe-tipe tersebut agar saat mencari baterai isi ulang bisa mendapatkan teknologi yang terkini dan paling efisien. Tidak hanya terpaku pada harga mahal atau murah saja.

Di bawah ini tipe-tipe baterai isi ulang yang ada : (Kalau teman-teman punya baterai cas, sembari baca tulisan ini, cari kode-kode yang aku jelasin di bawah ya.)

Baterai cas NI-MH Photo by Salman Hossain Saif on Unsplash

NI-CD

Kode NI-CD adalah Nickel Cadmium. Baterai isi ulang dengan kode NI-CD merupakan baterai isi ulang yang menggunakan teknologi paling tua dari yang pernah ada. Iya, teknologi ini merupakan yang tertua. NI-CD pertama kali diperkenalkan pada 1899.

Teknologi NI-CD ini dianggap belum hemat dimensi dan berat. Baterai NI-CD memiliki kelemahan kehilangan daya atau biasa disebut dengan memory effect. Jadi, NI-CD akan kehilangan kapasitas awalnya setelah berkali-kali dipakai.

Baterai NI-CD sebenarnya harus dicas saat dayanya sudah habis, pengisian yang dilakukan saat daya masih terisi lama-lama akan merusak baterai. Di sisi lain, melepas cas saat baterai belum penuh akan mempercepat memory effect.

Dikuitip dari teknikelektronika.com, NI-CD akan kehilangan daya sekitar 30% setiap bulan apabila tidak digunakan. NI-CD mengandung kurang lebih 15% Cadmium yang bersifat karsinogen. Iya beracun, bisa menyebabkan kanker.

Kandungan tersebut membuat NI-CD tidak direkomendasikan dan sekarang sudah tidak digunakan untuk alat elektronik portabel rumahan. Kalau teman-teman masih punya NI-CD yang sudah tidak terpakai, jangan sembarangan dibuang ya dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

NI-MH

Kode NI-MH berarti Nickel Metal Hydride. Baterai NI-MH merupakan penerus dari NI-CD. Teknologinya mirip dengan NI-CD namun tanpa Cadmiun sehingga lebih ramah lingkungan. NI-MH dianggap lebih efektif dan efisien dalam menyimpan tenaga. NI-MH pertama kali dipatenkan pada 1986.

Baterai Cas NI-MH sampai sekarang masih sering digunakan, terutama untuk mainan. Hal ini karena daya nya masih bisa diandalkan dan harga sudah tergolong murah. Berbeda dengan NI-CD, NI-MH bisa diisi ulang tanpa harus menunggu daya baterai kosong.

Memory effect juga berlaku di NI-MH, seiring berjalannya waktu, pengisian ulang akan membuat baterai kehilangan daya maksimalnya. Meski tidak mengandung Cadmium yang bersifat karsinogen, NI-MH juga tidak sepenuhnya ramah lingkungan, kita tidak dianjurkan membuang baterai NI-MH sembarangan. Dianjurkan dibuang di tempat sampah untuk daur ulang.

Li-Ion

Istilah baterai Li-Ion mungkin lebih banyak dikenal oleh orang awam, karena jenis baterai isi ulang ini banyak ditemukan di alat-alat elektronik portabel. Mulai dari ponsel, vape, laptop, kamera digital, dan lain-lain.

Li-Ion merupakan kependekan dari Lithium Ion, tipe baterai cas ini adalah penerus dari NI-MH. Teknologi Li-Ion membuat baterai lebih ringan, lebih kecil, diklaim memiliki kapasitas 30% lebih besar dari NI-MH.

Baterai cas Li-Ion juga memiliki rasio kehilangan daya sesuai masa pakai, meski tidak diperlukan penanganan seribet NI-CD atau NI-MH. Ada juga yang menyebut kalau baterai Li-Ion tidak memiliki rasio kehilangan daya, namun lebih ke frekuensi pengisian ulang yang sudah mentok.

 Ada juga beberapa kasus kebakaran yang dialami baterai Li-Ion, oleh karena itu diperlukan perhatian lebih saat melakukan isi ulang.

Teknologi Li-Ion sebenarnya sudah ditemukan pada akhir 1970-an, pada 1985 peneliti dari Jepang mengembangkan teknologi tersebut. Pada 1991, Sony dan Asahi Kasei menjadi pertama yang mengkomersialkan baterai Li-Ion.

Li-Po

Baterai cas dengan teknologi terbaru adalah Li-Po atau Lithium Ion Polymer. Sekarang, teknologi Li-Po merupakan baterai dengan ukuran dan efektivitas tertinggi. Karena merupakan penyempurnaan dari Li-Ion, Li-Poly diklaim mampu menghantarkan energi dengan lebih baik dari pendahulunya.

Li-Poly sudah memiliki perlindungan terkait overcharged karena bisa dibatasi daya maksimal yang masuk ke baterai. Baterai ini memiliki ketahanan lebih baik, bisa dicas kapan saja, dan mampu lebih banyak menerima pengisian ulang.

Itulah jenis-jenis baterai cas yang ada. Hampir semua jenis, termasuk yang NI-CD masih dijual bebas. Biasanya harga NI-CD memang paling murah, semakin baru teknologinya harga baterai cas akan semakin mahal.

Baterai cas ini tersedia dalam berbagai ukuran. Ada baterai AA sebesar baterai jam dinding, atau baterai AAA yang biasa dipakai untuk remot tv atau remot AC.

Kini juga cukup populer baterai 18650, ukurannya cukup besar. Baterai 18650 biasa dipakai untuk vape, senter swat, hingga untuk merakit power bank.

Untuk teman-teman yang lagi butuh baterai cas, belilah sesuai kemampuan dan kebutuhan. Kalau saran saya ya minimal NI-MH saja, biar lebih ramah lingkungan.

Kata Kunci yang Kecantol:

  • https://rizalfikry com/perbedaan-baterai-cas/
  • perbedaan baterai ni cd dan ni mh