Kebanyakan orang tua pastinya ingin memiliki anak yang suka membaca. Namun, tidak semua orang tua yang memiliki niat tersebut suka membaca. Saya suka melihat buku-buku, namun sampai sekarang saya tidak bisa mengklaim diri saya gemar membaca. Saya lebih mudah terdistraksi kalau sedang membaca, jadinya belum bisa rutin membaca buku.

Kini saya memiliki satu putra yang berusia satu tahunan. Muncul benak di hati saya kalau bocil bernama Aksara ini harus gemar membaca. Oleh karena itu saya browing-browsing berbagai cara dan tips untuk membuat anak gemar membaca.

Manfaat Membaca

Sebelum menyelami lebih dalam tentang tips dan cara membuat anak gemar membaca, saya terlebih dahulu berusaha untuk memahami apa itu manfaat membaca? Secara umum, manfaat membaca sangatlah banyak.

Mengutip dari laman Kemdikbud, manfaat membaca antara lain, menstimulasi mental, mengurangi stres, menambah wawasan, menambah kosakata, meningkatkan kualitas memori, melatih ketrampilan untuk berpikir dan menganalisa, meningkatkan fokus, melatih kemampuan menulis, dan masih banyak lagi.

Dari banyaknya manfaat membaca, motivasi saya ingin membuat anak gemar membaca karena sebagian besar orang yang saya temui dan gemar membaca, mereka memiliki kemampuan berpikir yang kuat , mandiri dalam bertindak, tidak gampang terbawa arus, dan yang pasti memiliki rasa percaya diri yang kuat.

Tentunya saya memiliki harapan besar, suatu saat nanti Aksara tumbuh menjadi pria yang memiliki sifat-sifat tersebut di atas. Makanya saya berusaha untuk membuatnya gemar membaca sedari dini.

Membuat Anak Gemar Membaca

Kegemaran seseorang itu tumbuh seiring berjalannya waktu dan biasanya terjadi secara natural. Oleh karena itu, kita harus membuat anak gemar membaca dengan cara yang se-natural mungkin.

Sebisa mungkin jangan sampai ada paksaan karena malah bisa menjadi bumerang yang membuat anak tidak suka dengan buku.  Cara pertama yang paling mendasar untuk dilakukan adalah mengenalkan anak dengan buku.

Mengenalkan Anak Dengan Buku

Laman hellosehat.com mengutip laporan UNICEF, bahwasanya mengenalkan buku sejak anak masih bayi akan sangat membantu anak untuk gemar membaca buku. Tentunya, sesuaikan buku dengan usia anak kita.

Sekarang ini sudah banyak buku-buku untuk bayi, mulai dari yang berbahan kain, hardcover, atau bahan-bahan lain yang memang diperuntukkan bagi bayi. Bagi bayi, buku bisa mengajarkan tentang warna, tentang bahasa, dan berbagai informasi sederhana yang bisa didengar, diraba, dan dilihat si bayi.

Tantangan tahap ini adalah bayi cenderung mudah bosan bila dihadapkan dengan buku yang sama setiap saat. Akan ada momen di mana bayi tak lagi penasaran dengan lembaran buku kalau yang dihadapkan itu-itu saja.

Cara paling masuk akal ya membelikannya berbagai buku untuk anak-anak. Namun tentunya hal tersebut membutuhkan biaya yang tak sedikit. Saya mengakalinya dengan mempertontonkan buku atau cerita bergambar yang sudah saya punya. Mulai majalah national geographic, majalah film, hingga komik marvel pernah saya tunjukkan ke anak saya.

Tentunya saya tidak menceritakan inti artikel atau komik yang saya tunjukkan. Saya hanya menceritakan gambar secara umum, mulai dari warna, gambar yang ada, atau sekedar mengajak dia mencari benda yang sudah dia kenal di dalam majalah tersebut. Biasanya cara tersebut berhasil meski hanya 5-10 menit.

Gunakan Audiobook

Laman parents.com menyarankan kita untuk memanfaatkan audiobook untuk mengajarkan anak gemar membaca. Menurut laman tersebut mendengarkan audiobook bisa dihitung sebagai aktivitas membaca.

Narasumber di laman parents.com menyatakan bahwa mendengarkan seseorang membaca dengan lugas dan jelas bisa membantu kelancaran anak dalam berbicara. Kalau si anak bisa berbicara dengan lebih jelas, tentunya kemampuan membacanya juga akan meningkat secara positif.

Semakin majunya industri podcast, maka audiobook juga mulai menggeliat. Kini teman-teman bisa mencari podcaster-podcaster yang membahas tentang buku. Khusus untuk audiobook, teman-teman bisa menengok aplikasi Noice.

Berbeda dengan podcast yang mungkin cenderung membahas buku dari sisi pembaca, audiobook benar-benar membacakan isi bukunya dengan adaptasi seperlunya sehingga audiobook enak di dengar. Meski belum banyak, ada kok audiobook buku untuk anak-anak.

Membaca bersama orang tua Photo by Mark Zamora on Unsplash

Beri Contoh Nyata

Akan lebih susah untuk membuat anak gemar membaca kalau dari sisi orang tua tidak memiliki passion yang besar dalam membaca.  Karena anak-anak adalah peniru yang baik, maka akan lebih mudah menanamkan pola pikir ‘membaca itu menyenangkan’ kalau si anak kerap melihat orang tuanya membaca.

Luangkan waktu untuk membaca buku di rumah, di mana anak-anak bisa melihat aktivitas tersebut. Akan lebih baik lagi kalau kita sesekali mempraktikkan read aloud. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk anak-anak seperti saat mereka mendengarkan audiobook.