Kecanggihan Tujuh Tokoh Utama di What Happened to Monday

Pertama kali baca  judul What Happened to Monday , yang saya bayangkan sebuah film romantis yang mana judul sama ceritanya ga ada kaitannya sama sekali. Kemudian saya baca sedikit sinopsisnya, pikiran saya malah membayangkan cerita utopis semacan The Hunge Games Series. Tapi, setelah nonton filmnya, cerita filmnya literally tentang apa yang terjadi pada Monday.

Okay, sebelum melanjutkan review dikit-dikit soal filmnya. Perlu diketahui What Happened to Monday merupakan film action, adventure, crime  arahan sutradara yang namanya relatif tidak diknekal, Tommy Wirkola. Ceritanya ditulis oleh Max Botkin dan Kerry Williamson. Sempat saya kira ceritanya adaptasi dari novel atau cerpen, namun setelah saya search, IMDB dan Wiki-nya tidak mengindikasikan ceritanya adaptasi. CMIIW.

What Happened to Monday bukan film berbiaya besar dan bukan film produksi Amerika Serikat. Netflix membeli hak streaming-nya dan dirilis Agustus 2017.

Secara umum, cerita filmnya tentang tujuh bersaudara, perempuan semua, dan kembar semua. Mereka hidup di masa-masa bumi overpopulated. Saat sumber pangan menipis, tempat hidup menipis, pemerintah dunia memberlakukan kebijakan satu anak. Apabila diketahui di sebuah keluarga ada lebih dari satu anak, maka anak yang muda akan diambil dan dibekukan. Anak-anak yang dibekukan akan dikembalikan ke keluarga saat populasi manusia sudah normal.

Dari sinopsis di atas tak salah kan saat saya awalnya menganggap film ini mirip The Hunger Games Series? Iya ceritanya tak masuk akal dan of course utopis banget. Tapi tunggu, sampai kalian nonton filmnya.

Tujuh saudara kembar, semua perempuan hidup di negara yang hanya memperbolehkan satu anak. [sedikit spoiler] Ibu bayi kembar tujuh ini meninggal saat dilahirkan. Di masa-masa kebijakan satu bayi baru dicanangkan dan gencar diberlakukan. Satu hal yang agak rancu di film ini, pemerintahnya tidak diceritakan membahas apabila ada seorang perempuan yang baru pertama kali melahirkan, namun bayinya kembar.

Singkat cerita, kakek mereka, diperankan oleh Willem Dafoe, membuat sistem – menggunakan identitas putrinya yang meninggal saat melahirkan – untuk membuat cucunya itu satu orang. Yup mereka dinamai sesuai nama hari, dan seumur hidup mereka hanya bisa keluar rumah di hari yang sama dengan nama mereka. Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, dan Saturday, versi dewasa mereka semua diperankan oleh aktris berbakat asal Swedia Noomi Rapace. Sedangkan versi anak-anak diperankan oleh pendatang baru bernama Clara Read.

What Happened to Monday

Terlepas dari konflin cerita yang utopis dan penyelesaiannya bakalan sama dengan film-film utopis lainnya. Ide cerita tujuh saudara kembar, bikin filmnya spesial. Bayangin, di satu apartemen, satpamnya nganggep rumah itu diisi satu orang, padahal di dalamnya ada tujuh perempuan dewasa dengan tujuh kepribadian berbeda. Thank’s to CGI!

Di film ini ada adegan tujuh perempuan kembar dengan gayanya masing-masing berdebat di meja makan. Selain nggumun, saya malah penasaran bagaimana syutingnya dilakukan, apa Noomi Rapace take tujuh kali? Atau keenam tokoh lainnya pemeran pengganti yang nantinya diedit dengan visual efek? I have no idea.

Di salah satu media luar, Noomi Rapace pernah mengungkapkan salah satu tantangan film ini adalah saat dia harus memunculkan lebih dari satu ekspresi kematian. Di harus mati saat jadi si-A, kemudian s-B, dan seterusnya. Dari keterangan itu bisa diambil kesimpulan di beberapa adegan Noomi benar-benar memainkan ketujuh karakter tersebut.

Kecanggihan Noomi dalam berakting memberi nyawa film ini. Dia bisa menjadi orang disiplin, feminin, tomboi, lemah lembut, dan sangar. Setelah membuat penonton nggumun dengan tokoh utamanya, film ini mengajak penonton untuk melihat bagaimana enam perempuan kembar bertahan hidup tanpa bantuan dari siapapun.

Tak seperti film utopis lainnya di mana tokoh utama bakal tetap hidup sampai penguasa tiran dihancurkan, di What Happened to Monday kalian harus siap kehilangan tokoh utama yang sudah mulai kalian puja-puja. Rasanya sayang nyawa mereka harus melayang.

Bagian terbaik dari film ini adalah saat para saudara kembar harus melihat saudaranya tewas dan kalian sadar kalau adegan itu dimainkan oleh satu orang.

Sekian

 

Kata Kunci yang Kecantol:

  • what happened to monday pengalaman

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.