Kalau mau ngelanjutin review perjalanan kami saat tour de Brebes rasanya kurang pas, (yang belum baca review tour klik part1 part 2) karena udah terlampau telat nulisnya, udah lebih dari 4 bulan yang lalu perjalanan itu terjadi, bukanya lupa atau apa,, semuanya masih diingat, masih membekas di hati. Salah satu perjalanan touring yang InsyaALLAH tak akan pernah dilupakan sampe tua renta kaya raya nanti. Cuman dikarenakan agar tulisan ini lebih bermakna maka alur tulisannya diganti, bukan lagi laporan perjalanan. Ini Motivasi,,, dan anda tau siapa motivatornya?

   BacA PoStingAn SamPe Abis,,,,,

 

Skuad Touring

Skuad Touring

Ini moment dimana kami akan berpamitan dengan Ayah Dilla, yang juga Ayah Ibam dan tak lain tak bukan adalah Ayah Yusuf, dan Ayah mbak-mbaknya Ibam yang lain :D .

Pagi itu muncul secerca harapan bagiku *ups* sori salah plot. Itu buat postingan yang lain,, belum- belum saatnya diposting.

Pagi itu sebelum kita semua melanjutkan perjalanan ada sebongkah mutiara motivasi yang bisa membuat kita lebih baik dalam melanjutkan hidup.  Nasihat bijak dari orang tua yang telah membesarkan Dilla dan saudara nya semua.

Ayah berkata, “Ini nasehat untuk kalian semua dan khususnya anakku, Berusahalah selalu positif dalam berbagai hal.”

Ayah berkata, “Saya ingin komunitas ini selalu bersinergi dalam kebaikan.”

Ayah berkata, “Mulailah dengan positive feeling, positive thinking, dan positive doing, supaya anda bisa menemukan kesuksesan. “

Ayah berkata, “Beberapa tokoh motivator mengatakan, sukses itu adalah persiapan + kesempatan.”

Ayah berkata, “Kesempatan akan datang dengan begitu cepat dan otomatis jika anda menyiapkan dengan sungguh-sungguh. “

Ayah berkata,  “Masa muda bagaikan masa menanam dan masa dewasa atau masa tua adalah masa menuai”

Dari momen sederhana pamitan waktu itu ,, kami semua mendapatkan secerca motivasi yang mungkin bisa dibawa pulang, disimpan, dihayati, dan pastinya dipraktekan. Bagaimana disitu seorang Ayah menyuntikan sebuah rasa positif yang harus selalu di kedepankan oleh kami semua yang notabene masih anak-anak. Positif dalam berbagai hal ialah sesuatu yang besar dan hanya akan dilakukan oleh orang-orang besar. Mari jalani hidup dengan hal positif, mulai dari bangun pagi dan mulai mengusahakan masadepan yang dinanti, mulai dari yang kecil mulai dari bersyukur dan tidak mengeluh dan mulai bergerak sedikit demi sedikit sampai nanti kita berdua berlari bergandengan tangan menyusuri pantai sambil menanti matahari terbenam *oke setopp!!*

Kalo kata Endank Soekamti….

Bergerak cepat jangan hanya berdiam, hadapi tantangan dalam kehidupan, berlarilah untuk mewujudkan mimpi, tumbuhkan harapan, raih kemenangan. Jalani semua dengan ceria. (ensoe, 2012, song: moving on)

Sekali lagi Ayah menegaskan sebuah nilai positif tentang keluarga kami, tentang bagaimana kami akan selalu dan insyaALLAH akan selalu bersinergi dalam kebaikan. Pasti kami akan berpisah, akan menjalani bidang kami masing-masing akan terpisah jarak dan waktu. Yang aku yakin satu hal,, dan aku merasa tak perlu menanyakan hal ini pada kalian peserta touring waktu itu,, kami pasti akan bersinergi dalam kebaikan. Entah kapan…. InsyaALLAH.

Kalo kata Endank Soekamti….

Walau beda dunia bersatu dalam cinta, walau  beda status tak bisa putus, bergandengan tangan untuk satu tujuan,,,,,, (ensoe, 2012, song: mix couple)

Semakin kesini nasihatnya semakin jelas dan gamblang, tentang bagaimana kami sebaiknya menata hati untuk sesuatu yang lebih positif, menata kembali pikiran kami, dan berusaha menghasilkan sesuatu yang lebih positif untuk mendapat hasil akhir yang indah dan berkah, yang sering disebut-sebut banyak orang dengan kesuksesan. Bismillah.

Karena kesuksesan adalah kumpulan persiapan yang dipadukan dengan lubang-lubang kesempatan yang ada, bagaimana kita sebagai generasi muda jangan membuang kesempatan dengan percuma, jangan hanya hidup untuk menghabiskan jatah waktu hidup di dunia, hiduplah untuk membuat dunia. Percayalah dengan ucapan kebanyakan orang tentang ‘semua ada balasannya’, jika sekarang kita menanam padi nanti kita akan memiliki banyak beras saat panen usai. Jadi mari menumpuk persiapan sebanyak mungkin dengan tujuan yang anda masing-masing sudah rencanakan,, dan berusahalah mencapainya. Bismillah.

Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima pahalanya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima balasannya.” (Qs. Az-Zalzalah: 7-8)

Hidup ini berat, hidup bukan lagi hanya formalitas seperti yang pernah kita lakukan saat dulu kita belum paham betul mengenai tanggung jawab, skearang hidup adalah pekerjaan kita. Bagaimana sikap kita saat bekerja  menentukan hidup kita, bagaimana mau menjalani hidup tinggal bagaimana pilihan saudara semua. Orang tua hanya bisa menasehati dan memberi masukan karena mereka sudah hidup sedikit lebih lama.

Bagi orang yang tertarik akan keberhasilan, kegagalan adalah bayaran yang wajar dari proses menuju puncak. Hanya pecundang dan orang yang tidak mau menanglah, yang tidak mau menuju puncak. Gerak Maju Meninggi (GM2)

Jika itu untuk kebaikan,,,,, barisan paling depan.. .Setuju???

-Ayah-

Mungkin nanti kalau waktu sudah berbicara, lupa sudah menjadi hal biasa, karena waktu berjalan dengan lupa, tapi lupa bisa di temani dengan silaturohmi agar kita tak pernah kehilangan keluarga….. Bismillah….