Tips Nyaman & Murah Naik Kereta Solo-Brebes PP

Sejak November 2016 hingga sekarang dan seterusnya sampai ajal menjemput, InsyaAllah saya akan selalu bolak balik Solo-Brebes. Mengapa?

Dihitung mulai dari kenalan dengan calon mertua hingga akhirnya ijab kabul dengan bidadari tercantik asal Brebes, Maret 2017, setidaknya saya sudah lima kali pulang pergi Solo-Brebes naik kereta. Di perjalanan ketiga dan seterusnya saya mulai mikir untuk mencari cara paling efektif, nyaman, & murah untuk melakukan perjalanan suci tersebut. Nah, kini, saya rasa sudah menemukan cara paling efektif, nyaman, & murah tersebut.

Sebelumnya saya biasa pakai Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Malang-Jakarta PP untuk berangkat. Kemudian, dengan dalih memaksimalkan waktu di Brebes, untuk pulang saya pilih KA Brantas jurusan Kediri-Jakarta PP. Dua kereta itu kereta malam. Dari Solo saya biasanya berangkat kurang lebih jam 23.45 WIB , sampai Tegal kurang lebih pukul 05.00 WIB. Untuk pulangnya, KA Brantas berangkat dari Stasiun Brebes kurang lebih pukul 20.30 WIB, itu nanti sampai solo di Stasiun Jebres kurang lebih pukul 02.00 WIB.

Bisa bayangin kan? meski secara teori dengan jadwal itu di Brebesnya bisa pas jam-jam produktif, tapi kenyataannya ga sama seperti teori. Jadinya badan lebih capek, soalnya seringnya di kereta susah tidur, antara kursi penuh orang atau posisi duduk kurang nyaman. Jadi pas di Brebesnya pun kurang fit, ngantuk tapi ga bisa kalau mau tidur terus, efeknya akumulasi capek dibawa sampai pulang Solo.

Karena alasan itu saya mencoba alternatif kereta lain, karena ga banyak pilihan buat ke Brebes, pilihan pun jatuh ke  tiket oper Solo-Semarang-Brebes. Iya, saya naik KA Kalijaga Solo-Semarang, kemudian lanjut KA Kaligung Semarang-Brebes.

KA Kalijaga berangkat dari Stasiun Solo Balapan pukul 05.20 WIB, sampai di Stasiun Semarang Poncol  pukul 08.15 WIB. Kalijaga keretanya cukup nyaman sama persis kayak Matarmaja yang duduknya 2-3 hadap-hadapan. Dari Semarang Poncol lanjut pakai KA Kaligung pukul 08.45 WIB (cuman ada gap setengah jam doang, jadi siap-siap bawa sarapan aja,), sampai Stasiun Brebes pukul 11.28 WIB. Pulangnya dari Stasiun Tegal berangkat pukul 05.00 WIB sampai Solo pukul 11.44 WIB.

KA Kaligung per 1 April 2017 mampir ke Stasiun Brebes, sebelumnya cuman sampai Stasiun Tegal. KA Kaligung termasuk kereta baru, Wikipedia bilangnya mulai beroperasi  pada 2010. Dari segi interior KA Kaligung berbeda dengan KA ekonomi lain (beda jauh sama KA Kalijaga). Di KA Kaligung duduknya 2-2 dengan separuh hadap depan separuh lagi belakang.

Meski naik kereta malam durasi totalnya lebih sedikit, tapi pakai teknik oper Kalijaga-Kalingung ini di badan jadi lebih fresh. Soalnya dengan jam tidur yang tepat jadwal Kalijaga-Kaligung tidak akan mengganggu tidur Anda, bahkan bisa nambah di kereta.  Sampai di Brebes masih Dhuhur, kayak ga kerasa gitu habis perjalanan Solo-Brebes hampir 7 jam.

Keuntungan lain dari rute oper tersebut harganya lebih terjangkau. Totalnya Solo-Brebes PP dengan rute oper cuman habis Rp120.000, dua kali KA Kalijaga Rp20.000 @Rp10.000. Dua kali KA KAligung Rp100.000 @Rp50.000. Nominal tersebut jauh lebih murah dibanding naik KA Matarmaja dan KA Brantas.

Pemandangan saat naik KA Kalijaga

Pemandangan saat naik KA Kalijaga

Pesan Tiket Gampang

Untuk mendapatkan tiket dua kereta tersebut pun bisa dibilang mudah. KA Kalijaga yang tidak bisa dibeli online bisa mulai dibeli maksimal H-30 sebelum keberangkatan. Berdasarkan pengalaman saya, beli di Stasiun Solo Balapan antre kayak orang-orang yang pesen tiket jarak jauh, jadi nulis form dulu sama ambil nomor antrean.

Nah, kalau di Stasiun Purwosari antrean jarak jauhnya dikit banget, dengan anggapan bakal kayak di Solo Balapan saya mencoba beli di Purwosari seraya mbayangin beli tiket offline tanpa antrean. Ternyata di Purwosari booking tiket Kalijaga disamain sama yang pesen & beli go show tiket Prameks. Iya, antrenya panjang banget.

Saya kurang tahu teknis seperti itu apa gara-gara tanggal merah (pas saya beli), atau memang seperti itu seterusnya. Dengan asumsi seperti itu seterusnya, berarti lebih mending antre di Stasiun Solo Balapan tapi datang lebih pagi biar antrean belum panjang. Form pemesanan tiket biasa dikeluarkan pukul 09.30 WIB. Di Balapan saya pernah tanya pemesanan buka sampai jam 17.00 WIB, tapi di Purwosari jam 14.00 WIB nomor antrean sudah disimpen jadi udah gabisa antre lagi.

Biar duduk ga mundur sama dapet longgar

Ada beberapa penumpang kereta yang merasa pusing kalau dapat tempat duduk mundur. Beberapa kali naik KA Kalijaga saya nemuin mas-mas yang begging pindah kursi karena ga kuat jalan mundur. Nah, terinspirasi dari hal itu, saya memperhatikan beberapa nomor kursi yang menghadap arah jalan kereta. Untuk KA Kalijaga saya selalu memilih kursi D atau E, karena cuman dua kursi biar ga kepenuhan karena badan saya besar.

Nah, untuk yang dari Solo-Semarang coba pilih kursi nomor 5 (terserah mau A/B/C/D/E). Karena berhadap-dahapan, berarti kursi nomor 6 jadi mundur, kursi nomor 4 juga mundur, kursi nomor 3 maju, begitu seterusnya bayangin sendiri. Untuk arah Semarang-Solo tinggal dibalik aja. Untuk yang ini butuh trial n error ya.

Untuk KA Kaligung, selain biar ga mundur ada juga tips biar dapet tempat agak longgar. Saya bahas yang biar dapat longgar dulu. Penataan tempat duduk KA Kaligung separuh maju, separuh mundur dengan bagian tengah agak longgar. Nah, bagi anda yang merasa pingin agak selonjor bisa memilih bagian tengah itu, yakni nomor 11 dan 12 (A-D). Sebagai catatan meski agak longgar, kursi tengah langsung hadap-hadapan sama depannya, plus ga dapet tempat gelas yang nempel di belakang senderan (tetap ada tempat botol di pinggir).

Karena di satu gerbong KA Kaligung separuh hadap depan separuh hadap belakang bagi kamu yang ingin maju pas Semarang-Brebes, pilih kursi 1-11. Sedangkan dari Tegal-Semarang pilih kursi 11 ke atas.

Salah satu pemandangan di aera tambak saat memasuki Semarang naik KA Kalijaga

Bisa lihat pemandangan indah

Rute oper Solo-Semarang-Brebes mulai pagi sampai siang, yang artinya penumpang bisa melihat pemandangan luar. Nah, ini jadi daya tarik tersendiri, mulai masuk daerah Kabupaten Sragen penumpang akan disuguhi pemandangan perkampungan sederhana di mana rumah masih jarang. Bentangan alam hijau akan menyegarkan mata, sangat cocok bagi kalian yang sehari-harinya hidup di kota penuh bangunan tinggi.

Tak hanya pemandangan sawah, sesaat sebelum KA Kalijaga memasuki Stasiun Semarang Tawang, kereta akan berjalan lamban melewati daerah tambak (bener bukan ya tambak?). Kita kayak ngeliat danau buatan di mana di belakangnya langsung ada pabrik industri. Unik-unik aneh gitu deh.

Tak hanya sampai di situ, nanti pas udah naik KA Kaligung, penumpang bakal disuguhi pemandangan pantai. Kata istri saya, pantai itu berada di daerah Kendal sampai Batang. Kurang lebih selama 30 menit KA Kaligung akan melewati pantai. Lumayanlah untuk nambah vitamin sea setelah sebelumnya cuman bisa ngelihat gedung bertingkat.

 

 

 

1 comment

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.