Tag: review film

Kecanggihan Tujuh Tokoh Utama di What Happened to Monday

Pertama kali baca  judul What Happened to Monday , yang saya bayangkan sebuah film romantis yang mana judul sama ceritanya ga ada kaitannya sama sekali. Kemudian saya baca sedikit sinopsisnya, pikiran saya malah membayangkan cerita utopis semacan The Hunge Games Series. Tapi, setelah nonton filmnya, cerita filmnya literally tentang apa yang terjadi pada Monday.…

Prediksi Pemenang Oscar 2016

Malam puncak Oscar akan diselenggarakan Minggu, 28 Februari 2016 pukul setengah enam sore, bertempat di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat. Tetapi karena perbedaan waktu dengan Indonesia yang cukup besar, waktu tersebut di atas sama dengan Senin, 29 Februari 2016, kurang lebih pukul tujuh pagi.

Rasanya mepet banget ya bikin prediksi h-1, tapi better late than never kan ya? hihi. Disini saya akan membuat prediksi sederhana saja mengenai beberapa kategori paling populer di ajang Oscar. Saya tidak akan memberikan detail profesional mengenai prediksi saya karena saya bukan pengamat profesional hanya penikmat yang sedang belajar. Tak perlu berlama-lama, inilah prediksi pemenang Oscar 2016 versi rizalfikrydotcom.…

Review Film: SITI, Gambaran Sederhana Tentang Kompleksitas Kehidupan

SITI, judul film Indonesia yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh Netizen dan penggemar film Indonesia. Film ini menjadi perbincangan nasional dan masuk pasar film mainstream Indonesia setelah film ini dinobatkan sebagai Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2015, November tahun lalu.

Film arahan sutradara Eddie Cahyono ini sebenarnya pertama kali diputar untuk publik pada tanggal 11 Desember 2014, dalam ajang Singapore International Film Festival. Hal itu sekaligus menandai premier internasional film SITI. Setelah itu, sepanjang tahun 2015, SITI melalang buana dari festival-festival di Asia, Eropa, hingga Amerika. Sebuah capaian yang tentunya luar biasa. Dari berbagai prestasi tersebut, hingga akhirnya mendapat Film Terbaik FFI 2015, film independen yang diproduseri Ifa Isfansyah ini akhirnya rilis di bioskop 28 Januari lalu.

Review Film – Crimson Peak, Horor Yang Tak Hanya Horor

Awal tahun 2015, pertama kali mengetahui kabar bahwa Del Toro memproduksi Crimson Peak, yang ada di benak saya adalah film ini akan menjadi horor menyeramkan yang mengangkat nuansa gotik. Kabar awal tersebut memang tidak meleset, filmnya memang menyeramkan, dan mengangkat tema gotik yang kental, tetapi unsur menyeramkan dalam Crimson Peak benar-benar tak seperti film horor kebanyakan. Del Toro membuat kisah romantis yang memakai horor sebagai pelengkap dan penyambung cerita.…

[Review Film] Z For Zachariah, Kisah Romantis Religius di Ujung Jaman

Sebelumnya pernyataan singkat, ini film bukan sekuel dari V For Vendetta, bukan karena judulnya punya rima yang hampir sama maka dua film ini punya hubungan, tidak sama sekali tidak berhubungan. Kemudian satu lagi peringatan, jangan mencari karakter bernama Zakaria, karena ga bakalan ketemu. Haha dimulai ya review nya.

Untuk mengawali review film kali ini aku mau menyampaikan hal-hal yang baik. Seperti alasan yang membuatku nyempetin nonton film ini, Z For Zachariah premier di Sundance Film Festival bulan Januari lalu. Film ini juga nominasi calon penerima Grand Prize Jury-nya Sundance, cuman ya belum rejekinya menang. Menurutku dengan masuknya film ini di sebuah festival berkelas dunia ini menjadikan setidaknya film ini punyakeunikan tersendiri, dan ternyata bener, filmnya unik. Sebuah gabungan smooth antara drama apokaliptik dengan kisah cinta segitiga.

Z For Zachariah merupakan film yang disutradarai oleh Craig Zobel. Sebuah film independen dengan biaya rendah. Meskipun tak memiliki data mengenai biaya produksinya, aku bisa mengatakan film ini berbiaya rendah karena Z For Zachariah hanya memakai 3 aktor, plus Asu siji, mbuoh Asu ne kui dibayar pora. Z For Zachariah mengajak 3 nama popular Hollywood, yaitu Margot Robbie, Chiwetel Elijofor, dan Chris Pine.…

john-wick

Review Film: John Wick Sang Penari

Akhirnya niat lagi buat nulis review film, setelah terakhir kali aku nulis review film tahun lalu di film About Time. Biasanya aku nulis review film kalau filmnya bener-bener ngena di hati, tetapi kali ini mau niat nulis review film rutin (bukan berarti ini filmnya ga ngena di hati hlo, ya), karena aku bukan praktisi film profesional maka review yang akan aku tulis juga ga akan selalu profesional, mungkin akan lebih condong ke satu sisi, sisi yang aku suka.

Kali ini giliran film aksi John Wick, udah lama ya filmnya, rilis bulan oktober 2014 lalu, film ini mendapat banyak pujian dari berbagai kritikus film internasional, bahkan digadang-gadang sebagai film aksi terbaik yang dirilis di tahun 2014.…