Review Honor Band 5, Smartband Untuk Pemula

Wearables sekarang ini menjadi barang yang digandrungi para millenials. Barang-barang yang bisa membantu menjalani aktivitas sehari-hari dan ditautkan dengan kata ‘pintar’ itu banyak dicari generasi muda. Salah satunya jam pintar atau bisa juga disebut gelang pintar. Kali ini saya ingin me-review salah satu produk Smartband, yakni Honor Band 5. Inilah review Honor Band 5.

Saya memakai Honor Band 5 sejak Mei 2020. Tujuan awal iri ngelihat istri sering olahraga pakai Mi Band 4. Akhirnya saya beli biar bisa juga nge-record aktivitas. Smartband ini secara tampilan lebih kece ya kalau dibanding Mi Band 4. display nya udah full amoled. Jadi tampilannya lebih tajam dari produk Xiaomi tersebut.

Penampakan dan Pemakaian

Dari tampilan sih lebih manly dibanding Mi Band 4. Strapnya juga lebih nyaman, dan yang paling penting tetap nyaman kalau abis kena air. Kalau di saya tidak menyebabkan gatal, beda kalau pakai Mi Band, agak gatal, meski tidak terlalu mengganggu. Desain Honor Band 5 juga membuat charging nya ga perlu lepas strap, jadi maaf ya Mi Band 4. Untuk memaksimalkan fitur, pada awalnya saya memakai smartband itu terus menerus. Hanya lepas pas mandi sama wudhu saja. Intinya nyaman kok, ga kayak jam murah.

Watchface menjadi salah satu pertimbangan kalau memilih smartband. Untuk Honor Band 5 ini pengguna termasuk dimanjakan karena pilihan tampilannya banyak dan menurut saya bagus-bagus.

Untuk baterai tergolong awet ya. Saya menyalakan semua fitur otomatis, level pemakaian tinggi, sampai tidur pun saya pakai terus. Smartband itu mampu menyala sampai 10 hari.

Salah satu tampilan Honor Band 5
Review Honor Band 5 yang memiliki banyak pilihan Watchfaces

Fitur-Fitur

Untuk memakai smartband ini, bagi kalian pengguna telepon pintar Huawei atau merk turunannya bisa langsung memakainya. Kalau kalian bukan, berarti harus install Huawei Mobile Service sama Huawei Health (HH). HH itu nantinya yang akan menjadi interface tampilan smartband.

Honor Band 5 memiliki banyak fitur. Selain yang udah biasa ada, seperti heart rate, pesan, pemutar musik, dan pelacak olahraga, salah satu unggulan produk ini adalah Spo2. Fitur ini diklaim bisa melacak kandungan oksigen dalam darah. Bagus sih untuk sekedar informasi saja, tapi tidak bisa digunakan untuk keperluan medis ya.

Smart band ini bisa melacak berbagai jenis olahraga. Di website resminya sih ada 10 tipe. Namun hal itu bisa berbeda tergantung smartphone yang kalian pakai dan tergantung update apps Huawei Health. Dari pengalaman pribadi, saya tidak menemukan olahraga bersepeda, hanya Indoor cycling. Tapi di web resmi diklaim ada.

Saat pemakaian saya biasanya hanya walking dan sesekali running. Secara umum sih cukup bagus. Tampilan rangkuman olahraganya cukup detail dan informatif. Pemantau aktivitas tidur juga bagus, kalau dibandingin Mi Fit saya pilih Huawei Health. Fitur musik, notifikasi telepon, pesan, dan alarm menurut saya cukup bagus, namun tidak istimewa.

Koneksi Bluetooth

Smartband ini kalau tidak salah menggunakan koneksi bluetooth 5.0 LE. Saya kurang paham mengenai jenis-jenis bluetooth. Namun sesuai pengalaman saya selama kurang lebih tiga bulan memakai smartband tersebut, keluhan terbesar saya ada di koneksi bluetoothnya.

Disclaimer: Hal ini mungkin tidak terjadi di semua orang, jadi hal ini mungkin saja kesalahan pribadi saya. Saya hanya bercerita apa yang saya alami

Jadi saya pakai smartphone Redmi, Huawei Health dan aplikasi pendukung lainnya sudah ready semua. Aplikasi juga sudah di pin sehingga tidak force close kalau saya membersihkan memori hape. Namun yang terjadi, setiap kali saya berada jauh dengan smartphone, koneksi bluetooth terputus, dan saat saya kembali dalam jangkauan, bluetooth tidak langsung terkoneksi. Jadi di awal pemakaian saya sibuk sendiri menyambungkan bluetooth, kemudian menyingkronkan data.

Kemudian singkronisasi data terkait fitur TrueSleep juga membutuhkan waktu lama. Misal pagi-pagi bangun tidur pengen ngecek kualitas tidur, harus menyambungkan bluetooth, setelah itu menyingkronkan, dan seringnya gagal. Alhasil ngecek kualitas tidurnya tidak jadi.

Keluhan lain terkait koneksi bluetooth terjadi saat saya berkendara. Niatnya biar simpel kontrol musik pakai smartband. Padahal sebelum berkendara bluetooth sudah disambungkan, musik dinyalakan. Nanti kalau dibutuhkan, bisa jadi koneksi putus. Padahal saya di motor, jam di tangan, dan hape di kantong. Aneh sih, tapi itu yang terjadi. Bisa jadi saya salah pengaturan.

Review Honor Band 5
Honor Band 5

Saat Berolahraga

Namanya smartband ya harus dipakai berolahraga, biar fiturnya kepakai. DI bagian ini juga menjadi keluhan saya. Smartband ini tidak memiliki GPS, iya saya paham. Saya tidak keberatan membawa ponsel saat berolahraga. Namun ternyata, saat saya mencatat olahraga melalui smartband, meski saya membawa ponsel, Huawei Health itu tidak secara otomatis aktif dan mengambil GPS ponsel. Jadi aktivasinya pencatatan olahraga harus melalui aplikasi. Hal ini kalah jauh dengan Mi Band 4 yang bisa mengaktifkan GPS ponsel melalui smartband. Jadi dari awal ponsel cukup disaku.

Nah, diakhir review, saya ingin menegaskan. Mungkin ada perbedaan experience dari satu pengguna ke pengguna lain. Merk ponsel mungkin juga berpengaruh. Secara umum Honor Band 5 bagus secara tampilan dan fitur, hanya saya dari segi koneksi saya bermasalah. Oleh karena itu, saya jual lagi deh.

1 comment

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.