Review Film – The Age Of Adaline, Fantasi Romantis Yang Setengah-Setengah

The Age of Adaline secara sederhana menceritakan tentang kisah cerita cinta romantis seorang perempuan yang berusia lebih dari 100 tahun. Premis yang biasa saja ini dibungkus menjadi sebuah cerita luar biasa dengan sisipan plot cerita yang menyatakan jika sang perempuan berhenti menua di usia 29 tahun. Sang perempuan bernama Adaline Bowman (Blake Lively) berusia 29 tahun selama kurang lebih 70 tahun. Selama itu Adaline Bowman tak sedikit pun menua, keriput tak ada, stamina tetap prima layaknya orang berusia di bawah 30 tahun. Gabungan cerita bertema romantis dengan fiksi ilmiah ini membuat film ini nampak menjanjikan sebagai tontonan yang memorable, setidaknya hal itu terjadi saat saya pertama kali melihat trailernya.


Dalam keberjalanan ceritanya, The Age of Adaline yang dari data IMDB termasuk film ber-genre drama romantis memang lebih menonjolkan cerita romantis dari karakter utamanya. Adaline Bowman yang sudah hampir 80 tahun hidup tanpa seorang lelaki untuk dicintai (sepeninggal suaminya Red.) akhirnya menemukan sesosok pria baru bernama Ellis Jones (Michiel Huisman) yang pantang menyerah untuk mendekatinya. Film yang disutradarai oleh Lee Toland Krieger ini lebih berfokus pada kehidupan Adaline masa kini, yaitu diceritakan mulai awal tahun 2015.

Dengan porsi cerita drama romantis yang lebih banyak, menjadikan cerita tentang Adaline yang berhenti menua hanya diceritakan dengan teknik flashback sepotong-sepotong. Bahkan saat Adaline diceritakan diburu FBI karena dirinya dianggap unik hanya diberi jatah adegan tak lebih dari 4 menit di film ini. Hal ini membuat premis Adaline yang berhenti menua seperti hanya dijabarkan dan digambarkan secara parsial. Sutradara film ini terkesan setengah-setengah atau ‘malas’ mengeksploitasi premis ini secara lebih mendetail. Dan bagi saya yang merupakan penggemar cerita fantasi nan khayal hal menjadi nilai minus bagi filmnya.

Adaline-movie-review-blaek-lively

Nilai minus itu bukan berarti film ini tak bisa dinikmati ya. Mulai awal filmnya sang sutradara sudah memberi intro dengan sebuah narasi ringan tanpa dialog. Beberapa saat setelahnya narasi epic itu dilanjutkan yang isinya menceritakan tentang latar belakang kehidupan Adaline Bowman. Mulai saat Adaline lahir, menikah, hingga sang suami yang menjadi salah satu teknisi pembangunan jembatan Golden Gate di San Francisco, California meninggal dikarenakan kecelakaan jembatan tersebut. Kemudian sebuah kecelakaan yang membuat Adaline tak menua. Semua diterangkan dalam bentuk narasi yang bertempo sederhana, jelas dan membuat penonton (baca: Aku) seperti dihadapkan dengan pendongeng profesional.

Selain itu kelebihan lain film ini adalah data kecelakaan pembangunan jembatan Golden Gate (tanggal kejadian, jumlah korban) yang disajikan oleh narator film ini semua sesuai dengan sejarah yang ada.Narasi ilmiah mengenai kenapa Adaline tak lagi menua menjadi terkesan tak dipaksakan saat hanya diwujudkan dalam sebuah narasi singkat. Hal-hal ini membuat film The Age of Adaline yang lebih digambarkan sebagai film drama romantsi memiliki komposisi tambahan berupa kisah cerita fantasi yang tidak murahan.

Blake Lively seperti sendirian membawa beban cerita film ini hingga 3/4 cerita filmnya. Fokus cerita tak lepas dari paras cantik nan rupawan yang mbak Blake ini miliki. Gaya dandanan yang elegan mencerminkan sosok wanita berpendidikan dan terhormat. Fokus ini terpecah saat muncul aktor Harrison Ford. Disinilah menurut saya konfliknya benar-benar muncul. Dan cerita drama romantisnya jadi lebih tonton-able.

The-Age-of-Adaline-movie-review

Secara keseluruhan The Age of Adaline berhasil menghibur walaupun tetap rasa setengah-setengah yang saya rasakan masih tetap mengganjal. Akting Blake Lively patut diacungi jempol, aktris yang pernah bikin merinding dalam aktingnya di film Savages ini sukses memerankan sosok Adaline Bowman. Bagi teman-teman yang mau nonton sebaiknya memposisikan bakalan nonton film drama romantis, jangan kayak saya memposisikan bakalan nonton drama romantis fiksi ilmiah, kayak film About Time, yang fiksi ilmiah sama cerita romantis-nya sukses nge-blend jadi satu.

1 comment

  1. can - Reply

    wah keren juga nih pelemnya yang cewe bisa awet muda,coba cari ah filemnya hehe

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.