The Power of Twitter

Sekarang jamannya optimasi social media, social media tak lagi hanya dianggap sebagai mainan sampingan pengisi waktu luang.  Social media sudah menjelama menjadi alat utama untuk berkomunikasi, untuk menyebarkan informasi, untuk mempublikasi suatu event, bisa juga untuk menggerakan massa dengan tujuan tertentu. Untuk kalangan tertentu penggunaan social media sangat urgent dan perlu.Dan bisa kita lihat beberapa media pun sering menggunakan konten dari social media  sebagai rujukan sumber berita.

Coba kita merujuk ke saalah satu situs social media terbesar yang ada yaitu twitter.com, sekarang ini optimasi twitter dilakukan dimana-mana,  hampir seluruh publik figur yang ada mulai dari penyiar berita, presenter acara, produser film, sutradara, penyanyi, para pemuka agama, para politisi sampe ke presiden mulai berlomba-lomba mengenalkan pada khalayak umum bahwa mereka menggunakan tiwtter. Baru kemarin ini yang tentunya  masih bisa kita ingat saat presiden kita membuat akun twitter nya dan langsung verified account, dan dikenalkan pada khalayak umum seperti peresmian gedung, dan tak ayal media-media mainstream negara ini menjadikan kejadian itu sebagai tajuk bahasan berita utama. Hal yang sesungguhnya kurang begitu jelas esensi tujuannya seperti apa, dan bisa juga dibilang kalo presiden kita itu ‘kudet’ ya kurang up date, entah sudah kapan presiden presiden negara lain menggunakan twitter, Barrack Obama pun sudah lama menggunakan twitter, sudah dulu entah kapan saat presidenku entah masih FBan ato mungkin main IRC :D

Kekuatan twitter memang sudah terbukti, salah satu contohnya adalah banyak gerakan-gerakan massa yang dikoordinir via twitter, seperti saat ada bencana, gerakan tanggap bencana pun muncul dan menjadi aliran teknis dalam memberikan bantuan untuk korban bencana, dulu saat bencana meletusnya gunung merapi, muncul akun twitter @jalinmerapi dan ada juga @infoMerapi yang menjadi pusat informasi bagi orang-orang yang butuh informasi saat terjadinya bencana, dan juga untuk mengumpulkan relawan.

Untuk para entertainer, twitter seaakan menjadi pusat informasi dan gambaran bagaimana kondisi atau kabar para entertainer tersebut, para artis pemain sinetron mulai menggunakan akun tiwtter dalam credit title di akhir sinetron, para presenter berita hanya menampilkan username akun twitter mereka tanpa menampilkan nama asli presenter tersebut. Ini merupakan hal yang baru paling tidak bagi saya yang menulis artikel ini.

Perputaran uang juga banyak terjadi di twitter, mulai dari jual beli online sampai jual beli follower, bahkan ada juga tweet berbayar. Komerisalisasi twitter memang nyata adanya, tweet berbayar di sediakan oleh akun-akun ber-follower banyak, biasanya orang atau perusahaan terntentu yang ingin mempromosikan produk tertentu produk nya akan dipromosikan biasanya di tweet oleh akun penyedia tweet berbayar. Cara-cara curang seperti membuat Bot twitter pun sering di gunakan para pengguna twitter, automatic tweet, follow and following back juga menjadi jalan pintas sebagian pengguna twitter.

Bagi teman-teman semua yang sudah dan ingin melakukan optimasi twitter, gunakanlah twitter sebagaimana mestinya, twitter sudah terbukti kekuatannya dalam menyebarkan informasi, jadi jangan menutup mata dan jangan juga terlalu larut di dalamnya, gunakanlah secara bijaksana. Semua jalan yang anda gunakan untuk memaksimalkan kekuatan twitter punya resiko dan yang menanam akan memetik. Just Be Wise while On Line….

5 comments

  1. Alice M. Kirk - Reply

    Lagi lagi sosial media twitter yang menjadi alat untuk berkomunikasi via online ini bisa berujung merusak citra diri sendiri maupun citra dari orang/brand lain. Banyak sekali informasi mengenai tweet berbayar. Ada beberapa artis di dalam maupun luar negeri yang menjadikan twitternya sebagai ladang penghasilan, biasanya ini dinamakan denga paid to twit. Artis-artis hollywood sepertiNicole Richie, Kim Kardashian, Whitney Port dan Audrina Patridge yang menurut artikel yang sempat saya baca disini mereka dibayar hingga $10,000 / tweet oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Sony dan Nestle. Ada juga artis lokal yang di bayar per 1 kali tweet sampai dengan 8 juta rupiah, wow sangat mengejutkan. Itu baru 1x twit bagaimana kalau 2, 3, 4 dan seterusnya, sungguh tak terbayangkan :)).

  2. Rene Hunt - Reply

    Pada awal mulanya, sebuah akun twitter mempunyai use value atau nilai guna di mana para user bisa mengekspresikan self concept nya secara penuh lewat “gaya” posting-an tweet-nya sepanjang maksimal 140 kata. Seiring berjalannya waktu, banyak orang lain yang “setipe” dengannya, men-follow akun twitter-nya. Alhasil, follower pun bertambah sangat banyak. Banyaknya follower, membuat baik para admin maupun pengiklan melihat sisi potensial untuk melakukan pemasaran yang cenderung terselubung atau istilah populernya adalah tweet berbayar. Alhasil, konten dari akun twitter tersebut yang tadinya mempunyai use value atau nilai guna, kini mempunyai nilai tukar (exchange value) dimana konten dari akun twitter tersebut diperjual-belikan oleh sang admin ke pengiklan yang produk atau jasanya cocok dengan konten twitter miliknya.
    Rene Hunt recently posted..No last blog posts to return.My Profile

  3. Carl Lee - Reply

    Begitu banyak akun iklan di twitter, tetapi menurut saya yang paling efektif adalah beriklan dari akun khusus beriklan bukan akun social buzzer yang mayoritas followers akun social buzzer adalah orang-orang yang lebih tertarik dengan isi tweet diluar onlineshop dan perdagangan.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.