One Day One Post Itu Mudah

One Day One Post itu mungkin menjadi sebuah kemewahan sendiri bagi blogger. Rasanya mesti epic kalau bisa menulis sehari sekali, di bagi di blog pribadi (udah kayak minum multivitamin aja, ya biar daya tahan tubuh ga goyah). Meskipun nampaknya simpel, tetapi hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan. Saya sendiri paling sebulan sekali, cih memalukan. Dengan ketidak mampuan membuat one day one post ini saya pribadi jadi bertanya-tanya. Mengapa? Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa harus diawasi Bos kayak di kantor? Kalau kayak gitu terus mentalnya ga bakalan berubah, bakalan terus jadi newbie, ga bakalan expert.

Daripada memikirkan hal tersebut, dan ga bisa tidur. Maka kuputuskan untuk randomly curhat disini. Sembari berpikir mengapa one day one post menjadi sulit sembari berbagi kepada teman-teman, siapa tahu ada yang mengalami kasus yang sama. Mencoba nge-break-down alasan-alasan yang sering tak bikin, ditemukan beberapa alasan di bawah ini;

  • Terkesan procrastinate. Meskipun bukan tugas kuliah yang di deadline dosen atau kerjaan kantor yang di deadline bos. Postingan blog itu perlu diberi tenggat waktu dan disegerakan. Meskipun bukan website berita yang harus faktual dan update, postingan blog pribadi yang fesh juga akan membuat pembaca ingin terus kembali membaca.
  • Ga Perlu Terlalu Serius. Poin kedua ini mungkin yang paling sering bikin saya gagal posting. Di benak awam saya kalau bikin postingan harus in depth, bermanfaat, dan harus benar semua isi dan datanya. Hal ini sepertinya menciderai esensi blog pribadi. Namanya blog pribadi ya silahkan diisi sesuai keinginan sang blogger, ga harus selalu bertema berat, yang simpel-simpel juga bisa.  Bahkan sekedar posting picture of the day dengan caption favorit pun sah. Ingat kalian bukan nabi, jadi salah-salah dikit gapapa.
  • Kebanyakan Mikir; Think only not action ini juga masih sering kejadian di aku, hari ini mikir tema ini bakal di tulis, tak terasa seminggu setelahnya masih cuman mikir. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan poin-poin sebelumnya. Kebanyakan mikir jadi menunda-nunda tulisan. Kebanyakan mikir karena nganggep postingan terlalu serius, takut salah, dan bla-bla-bla.

Mungkin secara garis besar yang aku rasain kayak gitu sih, kalau teman-teman bagaimana? Share donk.

4 comments

  1. rioferi - Reply

    Aku meh komen untuk poin 3, pada dasarnya aku yen posting kudu think cook cook biar naskahku gak ngawur. Maksudnya tetep dalam topik dan antara satu paragraf dan paragraf selanjutnya nyambung.

    Pemilihan diksi juga tak pikirke, soalnya sering pas nulis, penutueannya jadi wagu poll.. Meskipun belakangan ini lebih cuek dengan pake jurus hit and run. Posting yo posting, gak perlu dicek-cek lagi.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.