Kerennya Puncak Songgolangit & Keasrian Hutan Pinus Asri Mangunan, Bantul

Menjalani keseharian di kota-kota yang pemandangannya hanya kendaraan bermotor dan gedung-gedung bertingkat pasti menimbulkan kejenuhan. Di sisi lain, mau mengobati kejenuhan dengan mendaki gunung agar lebih dekat dengan alam, tak semua orang bisa melakukannya. Trus solusinya apa ya? Cari obyek wisata alam yang tak perlu mendaki kayak di gunung, tapi suasana hutannya cukup enak untuk bersantai.

Melalui deduksi di atas, saya bisa menyarankan Anda-Anda semua untuk mencoba mengunjungi wisata alam hutan pinus di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta. Di sana terdapat sederetan hutan pinus dengan ciri khasnya masing-masing.

Pintu masuk Sewu Watu Songgolangit

Pintu masuk Sewu Watu Songgolangit

Untuk kali ini, saya akan coba bercerita pengalaman sama Istri pas ber-wisata Bantul ke Sewu Watu Songgolangit dan Hutan Pinus Asri. Dua tempat itu saya kunjungi di dua waktu berbeda, tapi jalan menuju kesana kurang lebih sama, cuman Hutan Pinus Asri posisinya lebih tinggi dari Sewu Watu Songgolangit.

Kemaren saya perjalanan dari Solo, jadi sebelum masuk kota Jogja ambil ringroad selatan. Ikut jalan utama aja sampai perempatan Terminal Giwangan. Dari situ ambil Jalan Imogiri Timur, ikuti jalur utama sampai di Pasar Imogiri. Kemudian sambil lihat-lihat petunjuk jalan aja, cari arah ke Kebun Buah Mangunan. Kalau kemarin sih saya belok kiri.

Nanti bakalan ketemu pertigaan, di mana kalau terus itu menuju wisata religi di Imogiri, kalau kanan ke Kebun Buah Mangunan. Ikuti aja jalan kanan, di sini trek mulai naik turun, tapi menurut saya tak terlalu ekstrem. Nah, di rute ini Anda sudah masuk ke wilayah hutan, Pilihan wisatanya banya, silahkan google.

Obyek Sewu Watu Songgolangit termasuk Wisata Bantul yang paling dekat di banding hutan pinus lainnya.  Waktu saya sama Istri sampai, kurang lebih waktu-waktu abis dhuhur, suasana cukup sejuk ga panas. Tiket masuk terbilang murah, saya lupa nominal pastinya. Waktu itu lokasi lumayan sepi. Hanya ada satu rombongan yang mungkin 30-an orang dan beberapa pengunjung. Tempat luas, dari loket langsung ada warung-warung.

Di Sewu Watu ada rumah mirip suku-suku gitu yang dibuat dari ranting pohon. Ada juga kayak tempat pertunjukan, di mana kursinya dari kayu ditata meninggi. Ada juga flying fox. Alhamdulillahnya, saya ke sini pas cuaca cerah, panas ga terasa kok, udaranya sejuk.

Wisata Sewu Watu Songgolangit

Saya dan istri di Rumah suku-suku Sewu Watu Songgolangit

Nah, di Sewu Watu ini ada puncaknya, disebutnya Puncak Songgolangit. Kalian belum bisa disebut sudah ke Sewu Watu kalau belum ke puncaknya. Kalau mau ke puncaknya, coba dekati tempat flying fox mendarat, dari situ akan terlihat petunjuk arah ke puncak Songgolangit.

Lokasi puncaknya butuh jalan kaki dan perjuangan. Dulu saya sama istri ga bayangin bakal ada puncaknya. Saya yang orangnya overworried menyarankan gausah naik, sempat juga tanya orang yang baru turun, katanya jauh. Namun, hati kecil yang penasaran, dan istri yang semangat mau naik, akhirnya saya jalan aja ngikuti jalur. Kurang paham ya berapa kilometer, kira-kira sendiri ya, jalan kaki 25 menitan.

I’ll be damned ya kalau waktu itu ga nekat jalan ke puncak. Pemandangannya itu lho, keren, asri, dan yang pasti waktu itu sepi [waktu itu cuman ada satu remaja couple, dua mbak-mbak, sama kita]. Jadi, di puncak Songgolangit itu ada sedikit area yang dibuat kayak ada sawahnya, ada gazebo-gazebo dan satu warung. Posisinya di ujung gitu lho, langsung pemandangan hutan dan alam. Keren pokoknya. Worth lah perjalanan PP hampir sejam.

Di sela-sela istirahat selepas turun dari puncak, saya sama Istri sempat ngobrol dengan pak parkir. Katanya obyek wisata ini baru kurang lebih 2 tahunan. Pengelolaan dari warga, pas saya di sana juga masih ada beberapa bagian yang akan direnovasi atau ditambahi. Meski terbilang baru, ada beberapa media pernah meliput. Dari keterangan bapak parkir bahkan ada wisatawan luar negeri yang berangkat ke Puncak Songgolangit dini hari, biar nantinya bisa lihat sunrise.

Beralih ke Hutan Pinus Asri.

Berselang beberapa waktu, saya sama Istri kembali tamasya ke daerah Mangunan. Sebenarnya gara-gara ada acara di Yogyakarta, tapi disempetin pacaran dulu h-1 nya. Sempat bingung mau kemana, selain Sewu Watu Songgolangit, sempat ada niatan wisata Bantul ke Kebun Buah Mangunan, tapi diurungkan dan berganti ke Hutan Pinus Asri.

Rute ke Hutan Pinus Asri melewati  Sewu Watu Songgolangit. Naik aja terus ngikutin jalur utama. Sebelum sampai di Hutan Pinus Asri kalian bakal menemukan spot wisata hutan pinus juga, namanya saya lupa. Waktu itu kondisi cukup ramai, jadi saya gak berhenti sampai menemukan Hutan Pinus Asri.

Hutan Pinus Asri Mangunan, Bantul

Hutan Pinus Asri Mangunan, Bantul

Bedanya hutan pinus ini dengan Sewu Watu Songgolangit adalah, ya obyek ini benar-benar hanya hutan pinus, Pas saya di sana tidak ada spot-spot buatan kayak di Sewu Watu. Masuk dari parkiran langsung hutan pinus. Di sini juga ada puncaknya, tapi lebih ke seperti ujung hutannya atau gardu pandang. Jaraknya pun dekat, paling 10 menit. Di ujung hutan ada beberapa spot foto, ada juga patung elang dari kayu. Pas saya ke sini suasana sepi, cuman ada empat remaja di ujung hutan sedang foto-foto dan sepasang mojok di gazebo.

Dua tempat tersebut di atas masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Yang pasti hutannya asri dan sejuk. Perlu diperhatikan, wisata alam sungguh tergantung dengan cuaca, jadi mending cari pas cuacanya jarang hujan, lebih maksimal. Bagi yang mau mengajak orang tua yang sudah jarang jalan jauh, mending dipertimbangkan alternatif wisata lain.

3 comments

  1. naila - Reply

    bagus banget artikelnya
    Sukese selalu yah..
    di tunggu postingan selanjutnya…

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.