The Frozen Ground – Review

Ada yang pernah denger The Frozen Ground? Ini ialah judul sebuah film keluaran bulan Agustus 2013, sebuah film crime-history yang di adaptasi dari sebuah kisah nyata mengenai seorang pembunuh berantai.

Film ini menceritakan  penyelidikan seorang polisi negara bagian Alaska yang bernama Jack Halcombe (Nicolas Cage) mengenai misteri hilangnya beberapa wanita. Ada beberapa wanita yang sebagian besar wanita penghibur, hilang dan tidak pernah ditemukan meskipun jasadnya. Di film ini lebih banyak di gambarkan proses pencarian bukti fakta, jadi sedikit aksi-aksi konfrontasi kayak berantem apa penganiyaan.

Film ini mempunyai tensi tinggi, bagaimana digambarkan hilangnya beberapa wanita, sampai berbulan-bulan tak ditemukan petunjuk apapun, para penyidik berlomba dengan waktu agar tidak jatuh korban hilang lagi.  Ada satu scene soal penemuan mayat, dan disitu lebih tepatnya yang ditemukan tulang belulang manusia karena sudah cukup lama terkubur tertutup salju.

Sang pembunuh berantai disini bernama Robert Hansen (John Cusack), kalo saya pribadi menyebutnya seorang maniak seks atau lebih tepatnya seorang sadis, karena dia menyiksa setiap korbanya hingga akhirnya membunuhnya dengan senang hati. si Hansen ini di gambarkan sebagai seorang yang terpandang di kota, dan termasuk orang kaya, istrinya pun seorang yang taat agama. Langkah-langkah yang diambil Si Hansen ini ialah dengan menyebar lowongan foto session palsu dan menawarkan upah yang menggiurkan, setelah itu korban disekap, dianiyaya, diperkosa, kemudian di bunuh. Difilm ini Hansen digambarkan sebagai seorang yang teratur, merencanakan semuanya dengan baik, bagaimana dia menyekap korban berhari-hari tanpa diketahui siapapun, hingga bagaimana dia mengeksekusi korbannya. Hansen memanfaatkan kekuatan alam dalam kejahatannya, karena hampir tidak mungkin melacak apa-apa yang dibuang hansen di hutan dengan cuaca musim dingin Alaska saat itu.

Semua ketelitian hansen dalam megeksekusi semua rencananya sedikit ternoda ketika ada satu korban yang melarikan diri sesaat sebelum di bawa ke hutan untuk dieksekusi, dan wanita itu menjadi satu-satunya petunjuk hidup tentang kejahatan Hansen. Wanita itu bernama Cindy Paulson (Vanessa Hudgens).

Konflik nya disini hanya bagaimana membuktikan kejahatan yang dilakuin Hansen, bagaimana ribetnya birokrasi kepolisian untuk mendapatkan ijin penggeledahan. Bagaimana menyikapi ternyata penggeledahan polisi tak cukup untuk menuntut Hansen, bagaimana ternyata Hansen terjebak dengan sesuatu yang sungguh tak terduga, dan akhirnya mengakui kejahatannya.

Menurut Wikipedia, Robert Hansen, dijatuhi hukuman 461 tahun.. ni hukuman ga efektif, membunuh sekitar 17-21 wanita Alaska , kalo ndak salah di bagian credit film , ada beberapa korban yang tidak di temukan mayatnya. oiya Setting tahun kejadian ini antara 1971-1983.

Bagi para movie freaks film ini lumayan bagus buat temen ngehabisin waktu, ga murahan filmnya ‘based on true story ‘ nya itu nambahin greget. :D menurut gue sih.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.