Dia Difabel, Dia tidak Difabel

Mengenai takdir seperti apa kita dilahirkan, seperti apa rupa kita nantinya, siapa orang tua kita ialah sepenuhnya Kehendak ALLAH SWT, zat yang menguasai segalanya.

Difabel saat Asean Paragames

Disamping semua ketetapanNYA, kita sebagai manusia tetap wajib berjuang, ber ikhtiar dan juga berdo’a, karena kita sebagai manusia tak akan pernah berubah jika tidak bergerak untuk berubah.

Mengenai nasib setiap manusia, ada diantara kita yang dilahirkan normal ada yang dilahirkan dengan beberapa kelebihan, ada yang dilahirkan sedikit kurang atau bisa disebut Difabel. Difabel atau bisa disebut juga penyandang cacat, merupakan manusia yang dilahirkan dengan sedikit perbedaan, ini perbedaan bukan kekurangan, siapapun yang bilang ini kekurangan dia melihatnya dari sudut pandang yang salah. Difabel itu berbeda tapi mereka punya hak sama dengan yang tidak difabel, para difabel punya hak yang sama untuk berkarya untuk melakukan apa yang berguna untuk dirinya dan masyarakat sekitar.

Kenyataan yang terjadi tidak selalu mulus, dan tak selalu seperti harapan hati para malaikat, Difabel dan yang tidak difabel seharusnya bisa saling bersinergi, dan yang tidak difabel MEMANG seharusnya bisa lebih mengerti keadaan kawannya yang satu ini, lebih mengayomi dan harusnya lebih memberi tempat tanpa ada niatan merendahkan.

Masih banyak yang tidak Difabel, selalu mendiskreditkan mereka yang difabel, selalu memandang sebelah mata, bahkan menjelek-jelekkan. Orang-orang seperti ini bisa disebut belum memahami keindahan hidup bersanding dengan sesama. Mereka perlu belajar dan melihat sendiri apa itu kenyataan.

Kenyataan yang terjadi, Difabel mampu bersanding dengan mereka yang tidak difabel, pastinya dengan cara seorang difabel.

Solo, Desember 2011 menjadi saksi bahwa difabel bisa berkarya dan mengahrumkan nama Negara nya. Asean Paragames 2011, Indonesia dengan para atlet Difabel nya menjadi Runner Up dibawah Thailand, sebuah prestasi yang membanggakan. Jika di tela’ah secara mendalam apa yang dilakukan para atlet ini lebih berat dibandingkan atlet-atlet yang tidak difabel, mereka bertanding dengan kondisi berbeda, alat-alat yang berbeda, aturan yang berbeda, tapi apa yang terjadi?? Mereka Bisa.

Sekarang ini komunitas Difabel berkembang semakin pesat, mereka mulai bergerak bersama-sama, memassive kan gerakan mereka bersama orang-orang yang senasib sepenanggungan. Ini bukti bahwa mereka bisa, kondisi yang ada bukan halangan. Mereka bisa memulai usaha bersama-sama, mereka berkarya bersama-sama, mereka membuat pergerakan bersama-sama.

Bagi yang tidak difabel, yang mempunyai kekuatan untuk merubah sesuatu dengan yang dimiliki, yang mempunyai kekuasaan di kursi wakil. Kita bisa bersinergi, bisa saling meluruskan jalan. Untuk pemerintah, pemberdayaan kelompok difabel sangat diperlukan, bakat yang mereka miliki tidak boleh dibiarkan terpendam, bantuan pemerintah lah jalan paling realistis untuk memaksimalkan bakat terpendam kelompok difabel.

Saat menilik Asean Paragames 2011 yang berlangsung di Solo, terlihat kerja sama itu, antara atlet,volunteer, liaison officer, panitia dll. Mereka semua bisa saling bersinergi,saling melengkapi satu sama lain. Hal seperti inilah yang perlu dibina untuk seterusnya, jadi tidak ada lagi pendiskreditan terhadap kelompok Difabel.

Asian Paragames hanya salah satu jalan bagi kelompok difabel untuk menyalurkan bakatnya dan sekaligus berbakti pada negara.

Atlet-APG

Hanya kondisi fisik yang membuat mereka berbeda,  kesempatan dan yang lainnya adalah hal yang sama, mereka itu saudara bukan makhluk asing. Jadi mulai dari sekarang, mulai jaga mulut kita yang mungkin dahulunya sering lancang jika melihat kelompok difabel, mulai merangkul mereka, mulai bersanding dan hargai mereka.

Karna …bukan seorang manusia jika memperlakukan manusia tidak Manusiawi.

 

 Gambar APG diambil dari koleksi pribadi Mbak Ornella 

Kata Kunci yang Kecantol:

  • apa itu difabel
  • komunitas difabel

6 comments

  1. ipah - Reply

    iyaaa, difabel itu sebenarnya gak beda kok dengan kita kalo kita tidak menyombongkan diri, merasa sempurna dan tidak pantas jika bersama mereka.

    aku juga habis nonton konser temen-temen difabel. mereka harus sering2 unjuk gigi di depan kita, supaya kita tahu dan bersyukur atas apa-apa yg kita miliki.

  2. sifa - Reply

    Hmm,, melihat semangat atlet2 itu saya jadi malu sendiri,, kita yang serba lengkap ini masih sering kurang bersyukur–masih kurang memaksimalkan semua nikmat yang diberi Allah swt.

    Nice post, anyway! :)

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.