Category: Movie Review

Three Billboards Outside Ebbing Missouri (Fox Searchlight Pictures)

Prediksi Pemenang Oscars 2018

Tulisan dengan tema Oscars selalu membuat saya excited, mirip-mirip sama pas mau ketemu istri setelah sekian pekan merantau. Iya, mau nulis soal Oscars kudu belajar, setidaknya mengenali film yang menjadi nomine. Prediksi pemenang Oscars 2018 ini kedua kalinya saya menulis prediksi, pertama tahun 2016, tahun kemarin, udah siap-siap tapi ga kesampaian nulis. Haha

Oscars 2018 diselenggarakan pada Minggu 4 Maret 2018, sore waktu Amerika Serikat. Kira-kira Senin 5 Maret pagi WIB. Acara yang diselenggarakan di Dolby Theatre ini biasanya disiarkan langsung di saluran HBO ya if i’m not mistaken.

Tahun ini film-film yang jadi nomine terbilang beragam dan temanya juga banyak yang berat, alias film-film tentang kehidupan sehari-hari. Salah satu yang unik adalah film Get Out, dengan genre horornya, film ini bisa merangsek ke persaingan Best Pictures. Sutradara Jordan Peele yang biasa main film-film yang isinya cuman banyolan bisa membuat film horor yang tak biasa, hal itu membuat dia diganjar masuk ke nomine Best Director.

Film-film drama pun tak kalah mengesankan, Three Billboards Outside Ebbing Missouri, Ladybird, Call Me by Your Name, Mudbound, sampai Roman J. Israel Esq., semua memberikan cerita mengesankan tentang kehidupan manusia.

Darkest Hour-nya Joe Wright semacam mendampingi Dunkirk-nya Christopher Nolan dan kedua film itu kini bersaing di Best Picture. Dari ranah fiksi ilmiah pun tak kalah keren, karya Guillermo del Toro memang selalu kece, The Shape of Water ngingetin sama universe-nya Pan’s Labyrinth.

Kecanggihan Tujuh Tokoh Utama di What Happened to Monday

Pertama kali baca  judul What Happened to Monday , yang saya bayangkan sebuah film romantis yang mana judul sama ceritanya ga ada kaitannya sama sekali. Kemudian saya baca sedikit sinopsisnya, pikiran saya malah membayangkan cerita utopis semacan The Hunge Games Series. Tapi, setelah nonton filmnya, cerita filmnya literally tentang apa yang terjadi pada Monday.…

Kata Kunci yang Kecantol:

  • what happened to monday pengalaman

Netflix’s The Defenders: Menyoal Dominasi Satu Tokoh Andalan Marvel

Ditunggu-tunggu sejak tahun lalu, akhirnya Netflix ngerilis juga The Defenders. Avengers-type serial ini bisa disebut sebagai kulminasi dari petualangan superhero yang berdomisili di New York Ceritanya berawal dari Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, Iron Fist, dan yang terbaru The Defenders. Bagi kamu yang belum nonton serial-serial tersebut di atas pastinya feel-nya ga dapet meskipun masih bisa ngikutin ceritanya. Salah satu…

Saat Relationship Goals Digambarkan oleh MR. J & Harley Quinn #EfekSuicideSquad

Bicara mengenai Mr. J atau The Joker, musuh bebuyutan Batman, karakter fiktif dari DC Comics, pastilah banyak sekali sisi unik yang bisa dibahas, tapi bagaimana jika sisi unik itu mengenai hubungan cinta The Joker dangan Harley Quinn? Se-romantis apa hingga di artikel ini saya menyebut keduanya menggambarkan relationship goals? Mereka itu brutally romantic.

Saya bukan anak yang besar dengan komik-komik DC, jadi sebenarnya saya tidak begitu paham dengan transformasi karakteristik The Joker atau Harley Quinn dari komik ke komik. Akan tetapi, setidaknya saya lumayan sering baca wiki-wiki tentang keduanya, dan ada referensi tontonan dari film-film animasi DC tentang keduanya.…

Kata Kunci yang Kecantol:

  • kisah cinta joker dan harley quinn

Kalo Pada Mikir, Iron Man & Captain America Seharusnya Tidak Berantem

Setelah penantian beberapa tahun, akhirnya Captain America: Civil War dirilis di bioskop. Kebetulan juga perilisannya berselisih satu hari dengan salah satu film Indonesia yang paling dinanti tahun ini, AADC 2. Di sini saya tidak akan membahas AADC 2, dan juga tidak akan me-review Captain America: Ciwil War. Saya cuma mau kasih opini kalau mereka seharusnya ga perlu berantem.…

Review Film Batman v Superman, Ceritanya Wah, Tapi Efeknya Biasa Saja

Akhirnya, first clash between Batman and Superman versi live-action  sudah bisa ditonton di bioskop-bioskop Indonesia. Film yang menjadi kelanjutan dari Man of Steel (2014) ini juga dijadikan penegasan adanya DC Extended Universe. Karena sebuah kelanjutan dari Man of Steel, sutradaranya pun masih diisi oleh Zack Snyder. Sebagai awalan review saya, bisa dibilang film ini cukup bagus, hanya saja mungkin bangunan ceritanya terlalu sederhana dan membawa terlalu banyak misi.

Sebagai bagian DC Extended Universe, film ini sukses besar untuk memperlihatkan kepada para penggemar, baik yang awam maupun yang sudah fanatik, mengenai teori bahwa DC Extended Universe itu ada. Film ini sukses meyakinkan Batman dan Superman berada di kota yang berkdekatan, sementara itu di daerah lain ada manusia super (meta human) lainnya yang menunggu untuk ditemukan.…

Prediksi Pemenang Oscar 2016

Malam puncak Oscar akan diselenggarakan Minggu, 28 Februari 2016 pukul setengah enam sore, bertempat di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat. Tetapi karena perbedaan waktu dengan Indonesia yang cukup besar, waktu tersebut di atas sama dengan Senin, 29 Februari 2016, kurang lebih pukul tujuh pagi.

Rasanya mepet banget ya bikin prediksi h-1, tapi better late than never kan ya? hihi. Disini saya akan membuat prediksi sederhana saja mengenai beberapa kategori paling populer di ajang Oscar. Saya tidak akan memberikan detail profesional mengenai prediksi saya karena saya bukan pengamat profesional hanya penikmat yang sedang belajar. Tak perlu berlama-lama, inilah prediksi pemenang Oscar 2016 versi rizalfikrydotcom.…

Review Film: SITI, Gambaran Sederhana Tentang Kompleksitas Kehidupan

SITI, judul film Indonesia yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh Netizen dan penggemar film Indonesia. Film ini menjadi perbincangan nasional dan masuk pasar film mainstream Indonesia setelah film ini dinobatkan sebagai Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia 2015, November tahun lalu.

Film arahan sutradara Eddie Cahyono ini sebenarnya pertama kali diputar untuk publik pada tanggal 11 Desember 2014, dalam ajang Singapore International Film Festival. Hal itu sekaligus menandai premier internasional film SITI. Setelah itu, sepanjang tahun 2015, SITI melalang buana dari festival-festival di Asia, Eropa, hingga Amerika. Sebuah capaian yang tentunya luar biasa. Dari berbagai prestasi tersebut, hingga akhirnya mendapat Film Terbaik FFI 2015, film independen yang diproduseri Ifa Isfansyah ini akhirnya rilis di bioskop 28 Januari lalu.

Review Film – The Hateful Eight, Konspirasi Kejahatan Yang Gagal

The Hateful Eight merupakan karya terbaru dari sutradara Quentin Tarantino. Meskipun saya bukan pengikut sejati film-film karya Tarantino, tetapi beberapa yang saya tonton termasuk (of course) Kill Bill Vol. 1 & 2 selalu membekas di hati dan memberikan kekaguman tersendiri. Dari segi genre The Hateful Eight (yang kedepannya akan saya tulis THE, red.) merupakan film aksi, drama dengan balutan komedi yang minimalis.…

Review Film – Crimson Peak, Horor Yang Tak Hanya Horor

Awal tahun 2015, pertama kali mengetahui kabar bahwa Del Toro memproduksi Crimson Peak, yang ada di benak saya adalah film ini akan menjadi horor menyeramkan yang mengangkat nuansa gotik. Kabar awal tersebut memang tidak meleset, filmnya memang menyeramkan, dan mengangkat tema gotik yang kental, tetapi unsur menyeramkan dalam Crimson Peak benar-benar tak seperti film horor kebanyakan. Del Toro membuat kisah romantis yang memakai horor sebagai pelengkap dan penyambung cerita.…