Berdamai Dengan Pandemi

Kurang lebih dua bulan terakhir kita sedang dipusingkan dengan Pandemi Corona (Covid-19). Aktivitas mendadak dibatasi, alih-alih mau nongkrong di angkringan, kerja aja disarankan dari rumah. Dua pekan lebih kerja di rumah, gaji dipotong, masjid-masjid ga disarankan ngadain Solat Jumat, Taraweh terancam sepi, hingga akhirnya mudik pun ‘dilarang’ atau tidak disarankan.

Polemik berkecamuk, di medsos, di media, bahkan di grup Whatsapp keluarga. Berita tentang perkembangan pandemi menjadi fokus perhatian. Kebijakan pemerintah sedang disorot masyarakat. Momen ‘ga nyaman’ selama Pilpres kemarin pun serasa kembali muncul.

Data penularan Corona semakin hari semakin mengkhawatirkan. Langkah pihak berwajib pun seperti kurang siap. Ada tumpang tindih kebijakan, antara satu kebijakan ke yang lainnya bisa berubah drastis dalam waktu pendek.

Setelah ramai work from home, kini pusat-pusat keramaian mulai dibatasi. Pasar tradisional buka setengah hari, warung-warung disarankan take away jam 22.00 tutup. Mini market cuman sampai jam 18.00. Tentu itu tidak di semua daerah.

Nah, itu semua bikin pusing, panik, trus malah jadi ikut sakit. Amit-amit Nauzubillah….Biar ga sering panik, kita harus bisa mengelola informasi, menyaring informasi, bahkan sampai membatasi informasi. Caranya gimana?

Hindari grup wassap keluarga yang toxic:

Jangan sekali kali membagikan informasi yang kalian sendiri tak tahu benar salahnya. Jangan sampai kepanikan tersebar padahal yang disampaikan kabar bohong. Mending ga perlu share informasi daripada aktif tapi nyebar hoaks.

Jadi pengen nge bom meme Wikihow ke grup WhatsApp keluarga.

Kurang-kurangin nyinyir Pemerintah

Kurang-kurangin nyinyir kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi ini. Kalau kalian merasa ada yang salah, kritik pada tempatnya, mulai gerakan buat memperbaikinya. Zaman sekarang semua warga negara bisa berperan, sudah ga zamannya nyinyir ga solutif.

Ga ngapa-ngapain, fokus nyalah-nyalahin

-SiAnjing-

Saring informasi yang muncul

Kita harus mampu menyaring informasi yang muncul dari media sosial, media online, dan platform digital apapun. Zaman sekarang informasi berada di ujung jari. Tinggal ketik terus klik semua muncul. Mulai dari tulisan, grafis, hingga gambar bergerak semua bisa diakses. Tak jarang informasi yang ada bisa memicu kepanikan.

Informasi yang valid pun di momen-momen pandemi seperti sekarang bisa memicu kepanikan, apalagi yang belum atau pasti tidak valid. Pintar-pintarlah memilah informasi, kalau ga bisa verifikasi mandiri, meski beritanya wah ga perlu lah di bagikan.

Lemahnya literasi menjadi salah satu penyebab utama hoaks berkembang pesat di Indonesia.

-Gue-

Jadi intinya, kalian semua baik yang WFH atau tidak, yang libur atau tidak, stay positive, keep the positive vibes in you. Maksimalkan waktu kumpul sama keluarga.

Buat yang kerja terus, ya semoga semuanya berkah. Sabar, gausah pulang kampung dulu bagi kalian yang merantau. Kalau tidak memungkinkan untuk ga pulang kampung, jalani protokol yang berlaku di daerah kalian.

Bismillah, The Earth is resetting itself, abis ini semua bakal baik-baik saja. Pandemi Corona berakhir.

2 comments

  1. Pingback: Praktis, Minum Susu Milo Kotak Kecil Buat Buka Puasa di Jalan

  2. Pingback: Mengenal Lebih Dekat Produsen Suguhan Lebaran ; Mayora Indah - Rizal Fikry Dot Com

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.