#6 Bukan Untuk Merasa Paling Benar

 
Assalamualaikum…
 
Tausiyah Ramadhan 1434 H berlanjut di hari ke-enam… Bismillahirohmanirrohim ada sedikit cerita nih.
 
Cerita tentang anak muda yang pergi ke masjid dan dia mendengarkan tausiyah setelah sholat isya’, saat bapak penceramah menyampaikan ilmu dan dia mendengarkan dengan khidmat, otak anak muda itu mulai berputar dan mengeluarkan pernyataan “Pak Ustad iki materi tausiyah nya ketinggian, terlalu muluk-muluk” sampe akhirnya tausiyah malam itu selesai. Esok harinya di waktu shubuh, pemuda itu kembali mendengarkan tausiyah shubuh, dan kali ini yang jadi penceramah Pak Ustad yang biasanya jadi imam bacannya panjang-panjang, seperti kejadian sebelumnya pemuda ini kembali mengeluarkan penyataan dalam hati “Iki pembukaan tausiyah kok bertele-tele sampe 15 menit” akhirnya pemuda itu pulang tak menunggu tausiyah ditutup, beberapa kali kejadian itu terulang sang pemuda tak pernah selesei mengkritisi apa yang sedang ada di mimbar masjid, dia selalu mengevaluasi dengan poin-poin yang sebenarnya tidak perlu :D
 
Jika kita telaah pelan-pelan apa yang dilakukan pemuda itu, bisa diambil satu pertanyaan mendasar ‘Apa si pemuda itu merasa jadi orang paling benar?’. Saya pribadi akan menjawab ‘iya’ sang pemuda sepertinya merasa dirinya paling benar, walaupun masih dalam taraf berbicara dalam hati. Padahal jika disandingkan dengan para penceramah, apa yang dipikirkan dan diomongkan si pemuda dan para penceramah masih lebih bermanfaat dan masih lebih bagus yang dilakukan para penceramah.
 
Surat Al Asr

Surat Al Asr

 
Hal ini kurang baik untuk kedepannya, karena bisa menjadikan kita menjadi pribadi yang takabur, Pastinya kita semua tidak ingin menjadi pribadi yang dianggap takabur atau sombong kan? baik itu di dunia sekarang ataupun di akhiratg kelak :D . Oleh karena itu, mari kita semua lebih berhati-hati jika berprasangka, jangan sampai prasangka kita merugikan kita sendiri. Mari lebih belajar dengan apa yang terjadi di sekitar kita, mulai menjadi orang yang bisa merasakan, dan mulai mengurangi sifat yang merasa bisa atau benar, agar kita semua terhindar dari apa-apa yang sebenarnya tidak berguna dan merugikan kita.
 
Karena kebenaran mutlak hanya Milik ALLAH SWT.
 

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.