#3 – Ruginya rugi

Sesaat setelah sahur adalah waktu-waktu riskan untuk kembali tertidur, hal itu benar adanya. Kemarin setelah sahur saya berniat untuk meletakkan badan barang sejenak sembari menunggu waktu shubuh, tetapi yang terjadi adalah, giliran waktu shubuh datang memanggil, diri ini tak kunjung bersiap-siap untuk beribadah tetapi tetap saja santai glundang-glundung di kasur, hingga akhirnya setan berbisik, “tak apalah sekali kamu sholat sendiri di rumah, toh sholatnya ndak telat” . Akhirnya terjadilah, sholat sendirian di rumah yang pastinya lebih cepat dan singkat, setelah itu lanjut tidur. *Astagfirullah*

Selang beberapa menit, sepulang dari sang Ibu mendapati nya tidur di rumah kemudian berkata “Rugining rugi koe, mending nek wong ra sholat jama’ah kui lagi enek gawean, berarti enek sing diperjuangke, hla koe, nyambut gawe ora, isone mung tura-turu wae”

Sepenggal sketsa diatas mungkin bisa mewakili kasus sehari-hari yang terjadi di lingkungan kita. Kadang kita me-nomer-dua-kan ibadah di bawah hal-hal duniawi lainya. Yang paling simpel dan sering dilakuin yaitu menunda sholat hanya demi kepentingan dunia yang tak seberapa. *Astaghfirullahaldzim*

Mari kita tilik salah satu surat dari Al-Qur’an, surat Al-Asr, walaupun sudah sering dibahas sampai di bikin lagu, tapi tak ada salahnya kita kembali mengingat inti sari surat ini.

Demi masa – Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian – Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.

Surat Al-Asr memperingatkan kita semua bahwa kehidupan ini adalah sebuah kerugian jika kita tak menggunakan waktu yang kita miliki sebaik mungkin. Surat ini menegaskan akan pentingnya memanfaatkan waktu. Menurut surat ini, agar kita tak termasuk golongan orang-orang yang merugi, kita harus berlomba dalam kebaikan, kita harus menasehati dalam kebenaran, dan selalu berpegang teguh pada kesabaran.

Oke, kedenger nya sulit gitu ya, berlomba dalam kebaikan, atau menasehati dalam kebenaran. Berfikir simpel aja deh, mulai dari diri sendiri, seumpama setiap harinya masih sering telat sholat shubuh, ya diperbaiki, trus kalo lagi nge-game sampe kelewatan waktu sholat, mulai sekarang kalo nge-game trus denger adzan di pause dulu game nya. Pokoknya mulai dari diri sendiri, nanti lama kelamaan bakalan menyebar layaknya bau parfum kok, InsyaALLAH… Bismillah semangat terus, jangan sampe rugi :D

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.